
KETAPANGNEWS.COM- Warga Negara Asing (WNA) asal tiongkok yang sebelumnya diamankan di Kantor Imigrasi Ketapang saat terjaring razia dilokasi tambang PT Sultan Rafli Mandiri di Dusun Muatan Batu Desa Kelampai Kecamatan Tumbang Titi, Kamis (20/4) lalu, dipindahkan ke sebuah hotel di Ketapang.
Pemindahan 25 warga asing lantaran keberadaan mereka selama di Kantor Imigrasi di Kantor Imigrasi dinilai menganggu proses pelayanan di Kantor Imigrasi Ketapang.
Kepala Kantor Imigrasi Ketapang, Darmunansyah menjelaskan, pemindahan puluhan warga asing dilakukan selain karena ruangan di Kantor Imigrasi Ketapang yang tak memadai untuk menampung puluhan warga asing tersebut juga karena pelayanan kepada masyarakat sedikit terganggu oleh keberadaan puluhan warga asing, terlebih para warga asing bukan merupakan tahanan penjara.
“Rabu malam semua sudah pindah ke hotel borneo, sponsor mereka yang menjamin ,” katanya kepada wartawan Kamis (27/4).
Menurutnya, dipindahkanya warga asing lantaran keberadaan mereka di Kantor Imigrasi sedikit banyak menganggu pelayanan terhadap masyarakat dalam urusan keimigrasian seperti permbuatan pasport dan lainnya, lantaran puluhan warga asing itu sendiri sudah beberapa hari tidak berganti pakaian dan mandi sehingga menimbulkan bau tidak sedap. Ditambah lagi ruangan di Kantor Imigrasi Ketapang yang tidak cukup untuk menampung puluhan warga asing tersebut.
“Mereka tidak bisa lari kemana-mana karena pasport mereka sudah kita amankan semua, ada anggota kita dua orang serta dua personil Polres yang ikut mengamankan dihotel,” tuturnya.
Ia menjelaskan, saat ini pihaknya sudah mengamankan 33 pasport warga asing, namun walaupun sudah menerima pasport, para warga asing tetap dilakukan penyidikan untuk diproses lebih lanjut. Sekarang lagi proses sidik untuk nantinya diputuskan di pengadilan.
“saat ini 5 orang warga asing lainnya yang sebelumnya masih berada dilokasi tambang untuk menjaga dan mengemasi barang-barang mereka hari ini juga akan datang ke Ketapang” ujarnya.
Ia menjelaskan, total warga asing ada 33 orang, saat pengamanan dilokasi tambang jumlahnya 30 orang, tiga orangnya dipontianak mengantar temannya sakit.
“Jadi yang kita bawa duluan 25 orang, lima orangnya menjaga barang-barang mereka, yang lima orang hari ini tibadisini juga,” jelasnya (dra).