
KETAPANGNEWS.COM-Bupati Martin Rantan SH melakukan pembaretan terhadap 70 anggota KOTI (Komando Inti Mahatidana) Pemuda Pancasila Kabupaten Ketapang, yang berlangsung di halaman pendopo Bupati Ketapang, Kamis, (9/3).
Sebelumnya peserta yang baru masuk menjadi anggota KOTI telah mengikuti prosesi tradisi pembaretan dibimbing oleh intsruktur dari Kodim 1203, Brimob, Sat Pol PP dan pengurus MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Ketapang.
Dalam prosesi pembaretan, para peserta dibawa dalam kegiatan cross country untuk mencitai alam di lokasi Hutan Kota, kegiatan mencintai tanah air dimakam Pahlawan, serta uji mental di kompleks pemakaman umum Sukaharja, kemudian tata cara baris berbaris oleh insturktur.
Bupati Martin Rantan yang juga ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Ketapang, khusus mengatakan para anggota KOTI yang memakai atribut layaknya seperti atribut TNI-POLRI, karena anggota PP ada pakaian PDL, baret, dan lainnya diwajibkan untuk mengikuti tradisi pembaretan.
“ Supaya mereka mempunyai rasa memiliki organisasi, punya kecintaan terhadap tanah air terhadap NKRI “ ucap Martin Rantan.

Tradisi pembaretan dilakukan pada setiap tahunya terhadap anggota KOTI yang baruk masuk menjadi anggota KOTI diwajibkan mengikuti tradisi pembaretan.
“memasang baret itu tidak semudah seperti beli di toko dan memasang, setidaknya mereka harus melewati tradisi pembaretan dengan melintas medan, “ paparnya.
Terhadap anggota KOTI yang baru dilantik Bupati mengharapkan agar mereka dapat memberikan sumbangsih terhadap Pemerintah dan masyarakat, sumbangsih tersebut baik pemikiran tenaga dan waktu pengorbannya dalam membantu Pemerintah menyukseskan pembangunan di Kabupaten Ketapang sehingga Kabupate Ketapang menjadi Kabupaten yang maju dan kelak diharapkan Bupati masyarakat Ketapang menjadi sejahtera.
Bupati berharap kepada anggota Pemuda Pancasila jika kembali di tengah tengah masyarakat dapat melakukan intraksi yang positif, berupa sumbangan pemikiran dan tindakan agar Kabupaten Ketapang tetap terjaga stabilitas keaman dan ketertibannya,
“Jauhi gerakan-gerakan hasutan untuk menimbulkan kebencian kepada orang lain serta bersikap toleransi terhadap keberagaman yang ada di daerah ini dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai luhur Pancasila “ imbaunya (Adv/dra).