Jalin Persaudaraan Melalui Baksos Lintas Agama

Eratkan Persaudaraan

IMG-20170312-WA0003
Poto bersama Lintas Agama di Pemakaman Umum Desa Paya Kumang, Kecamatan Delta Pawan, Minggu (12/3) sore.

KETAPANGNEWS.COM – Guna mempererat tali persaudaraan antar agama di Ketapang, gabungan beberapa organisasi menggelar Bakti Sosial (Baksos) Lintas Agama di Pemakaman Umum Desa Paya Kumang, Kecamatan Delta Pawan, Minggu (12/3) sore. Baksos tersebut diikuti kurang lebih 30 orang.

Adapun organisasi yang tergabung diantaranya, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Ketapang, Persatuan Gereja Kristen Ketapang (FGKK), SMA Santo Yohannes, Gereja BPIB dan Forum Antar Ummat Untuk Solidaritas Kemanusian dan Lingkungan.

Penggagas Kegiatan, Muhammad Rizal Hanafi mengatakan, dasar dilaksanakan kegiatan Baksos Lintas Agama yakni melihat penomena diluar ketapang. Dimana menurutnya, masyarakat antar agama seakan dibawa dalam sebuah konflik untuk mengikis persaudaraan itu sendiri. Padahal kita tahu di Ketapang sendiri dari dulu aman, damai dan kondusif.

“Untuk itu kita tidak mau persolan luar dibawa ke ketapang. Oleh karena itu, kegiatan seperti ini harus dilaksanakan supaya persaudaraan tidak hanya sekedar retorika belaka,” kata Rizal dilokasi Baksos, Minggu (22/3).

Ia mengungkapkan, kegiatan Baksos akan dilakukan berkelanjutan per dua bulan satu kali. Sebelumnya, diakui dia, kegitan ini awalnya direncanakan satu bulan sekali. Namun jaraknya terlalu dekat.

Diharapkannya, kegiatan semacam ini memiliki efek positif. Terutama menimbulkan kembali rasa persaudaraan yang erat antara muslim dengan non muslim. Sehingga kedepannya, kerukunan antar ummat beragama semakin solid dalam merajut kebersamaan.

IMG-20170312-WA0002
Bersihkan makam di payak kumang

Sementara itu, Sekretaris Umum HMI Cabang Ketapang, Ali Rahman yang juga ikut dalam pelaksanaan baksos menilai kegiatan ini sangat positif. Terlebih yang menjadi peserta baksos bukan hanya dari satu agama tertentu, melainkan gabungan dari berbagai agama.

Dikatakan Ali, dalam gerakan yang hanya beberapa jam dan sederhana ini mengandung nilai. Diantaranya dengan kegiatan ini rasa persaudaraan antar agama, suk dan etnis bisa terbangun. Terlebih untuk membangun persaudaraan tidak mesti harus melalui kegiatan yang bersifat seremoni dan memakan biaya.

“Inilah gerakan nyata. Sederhana tapi memiliki makna. Semoga kedepan kegitan ini diikuti oleh semua kelompok yang ada di Ketapang agar rasa persaudaraan semakin kuat,” tuturnya.

Ditambahkannya, kedepan HMI secara lembaga akan siap dalam pergerakan yang bersifat menguatkan persatuan dan kesatuan yang mengarah kepada kerukunan ummat. Karena HMI adalah salah satu organisai yang menginginkan bangsa ini tetap harmonis.(absa)

Leave a Reply

Your email address will not be published.