
KETAPANGNEWS.COM – Pelaku pemecahan kaca di kantor Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKD PSDM) Ketapang, Hadipriono (35) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ketapang mengelar acara adat di aula kantor Bupati Ketapang, Senin (13/3).
Acara adat ini sebagai bentuk permohonan maaf pelaku kepada Pemkab dan pegawai serta seluruh masyarakat dan jajaran di Ketapang. Sebelumnya kejadian pemecahan kaca tersebut terjadi pada Minggu (12/3) pagi.
Hadipriono mengakui kesalahannya telah memecahkan kaca kantor BKD PSDM Ketapang. Tapi menurutnya hal itu dilakukannya secara spontan. Waktu itu kan ia mendengar pengumuman kelulusan sudah ditempel.Kemudian ia pergi melihat pengumuman ke kantor BKD PSDM Ketapang.
“ Tapi ternyata nama saya tidak ada, sehingga spontan langsung emosional,” katanya kepada wartawan Senin (13/3).
Ia mengaku tak bisa menahan emosi sehingga terjadilah insiden tersebut. Dirinya tak ada maksud apa-apa.
“Saya sangat menyelesali dan memohon maaf terhadap perbuatan yang mestinya tidak dilakukan,” tuturnya.
Ia juga mengatakan, sebenarnya sebelum pengumuman dirinya sudah mengetahui kelemahannya ketika mengikuti tes sebagi anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).
“Waktu tes Pantuhir saya sudah tahu tinggi badan tidak cukup,” ungkapnya.
Tapi ketika melihat pengumuman Ia tidak ada berpikir terhadap hal tersebut langsung emosi karena tahu tidak lulus.
“Saat itu saya tidak bisa menerimanya, ” ungkapnya.
Ia menceritakan, sejak 2010 hingga 2016 sudah menjadi tenaga kontrak di Satpol PP Ketapang. Sebab itu pikirannya ketika melihat pengumuman bahwa ia akan kehilangan pekerjaan, padahal ia mempunyai istri dan anak yang harus ditanggung.
Setelah kejadian dan pulang kemudian ia menyadari kelemahan tersebut. Ketika ia konfirmasi ternyata memang ia tak lulus karena tinggi badan kurang. Sebab itu kepada pelamar lain yang tak lulus diimbaunya juga agar berbesar hati. Serta tidak melakukan hal tak diinginkan seperti yang pernah dilakukannya ini.
“Saya juga berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Saya tetap akan mendukung jalannya Kepemerintahan Ketapang ini,” tuturnya.

Memaafkan
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Repalianto mengatakan, mewakili kawan-kawan di BKD pihaknya memaafkan pelaku pemecahan kaca kantor BKD. Terlebih permintaan maaf dilakukan dengan adat kebudayaan lokal.
“Ini bukti bahwa segala sesuatu masalah bisa diselesaikan secara baik dan damai,” katanya saat prosesi adat permintaan maaf.
Ia melanjutkan, pihaknya memohon maaf, jika selama bekerja masih terdapat kekurangan sehingga menimbulkan ketikdapuasan, atau komunikasi yang mungkin kurang terjalin dengan baik.Yang jelas diakuinya dalam hal ini pihaknya tidak menyalahkan pelaku dan siapapun.
“Kami berharap tidak ada lagi rasa dendam, rasa tidak nyaman karena kita semua bersaudara, kami mohon suportnya agar kami bisa menjalankan tugas sebaik mungkin,” harapnya.
Sementara itu, Asisten III Setda Ketapang, Heronimun Tanam yang hadir dalam acara itu mengucapkan terimakasih atas kelompok adat pesaguan beserta peserta tes yang meminta maaf atas perbuatan yang telah dilakukan. Menurutnya kejadian pemecahan kaca terjadi akibat ketidakstabilan ketika melihat hasil tes.
Namun, yang terpenting pasca kejadian terdapat rasa penyesalan. Untuk itu ia mengatakan setelah saling memaafkan agar tidak lagi ada hal-hal yang dapat merugikan diri sendiri.
“Kami sebagai pejabat di Pemerintah Daerah Ketapang beserta jajaran begitu juga BKD turut memaafkan, mudah-mudahan kedepan tidak ada hal seperti ini terulang,” pungkasnya. (dra)