Jokowi Resmikan PLTU Ketapang Melalui Video Conference

"Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, 8 PLTG Mobile Power Plant (MPP) dengan total kapasitas 500 MW, saya resmikan," ucap Jokowi.

IMG-20170317-WA0011
PLTU Sukabangun, Kecamatan Delta Pawan, Kabupaten Ketapang, yang diresmkan Jokowi melalui Video Conference Sabtu (18/3).

KETAPANGNEWS.COM -Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo meresmikan 8 PLTG Mobile Power Plant (MPP) dengan total kapasitas 500 Mega Waat (MW) dan 9 infrastruktur ketenagalistrikan di Kalimantan Barat (Kalbar), salah satunya Pembangkit Listrik Tenaga Uap ( PLTU) Sukabangun, Kecamatan Delta Pawan, Kabupaten Ketapang, Sabtu (18/3).

Peresmian secara langsung oleh Presiden berpusat di lokasi PLTG MPP Parit Baru 4×25 MW di Kabupaten Mempawah. Untuk peresmian di Ketapang sendiri melalui Video Conference. Sementara di tujuh titik lainnya juga melalui video Conference.

Dalam sambutannya, Joko Widodo mengatakan, pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Barat lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi Nasional. Untuk itu, kebutuhan listrik merupakan infrastruktur dasar bagi investor dalam membangun daerah.

“Kebutuhan listrik merupakan salah satu modal dasar dalam mendorong perekonomian, khusunya Kalbar,” kata Jokowi.

Selain itu, Jokowi juga memerintahkan kepada menteri SDM agar Gas untuk pembangkit listrik diberikan prioritas agar tidak terjadi esensi.

“Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, 8 PLTG Mobile Power Plant (MPP) dengan total kapasitas 500 MW, saya resmikan,” ucap Jokowi.

Selanjutnya, acara peresmian ditandai dengan menekan tombol serine oleh Jokowi yang didampingi Menteri ESDM dan Gubernur Kalbar.

Acara peresmian di PLTU Sukabangun sendiri berlangsung meriah dan sarat akan tradisi melayu di Kalimantan Barat, yang nampak dalam tata cara penyambutan Bupati dengan penampilan silat, iringan alat musik tar, dan tarian selamat datang. Selain itu, juga dilakukan penanaman pohon di sekitar area PLTU.

Peresmian PLTU Sukabangun tersebut merupakan bagian dari serangkaian acara peresmian 8 PLTG Mobile Power Plant (MPP) kapasitas 500 MW dan 9 infrastruktur ketenagalistrikan di Kalimantan Barat.

Sebelumnya, Jokowi telah meresmikan sinkronisasi pertama kali satu unit PLTU Ketapang ke sistem 20 kilo Volt (kV) bulan Juni tahun 2016 yang berhasil menyalurkan daya ke jaringan 20 kV Sistem Ketapang melalui Gardu Hubung Sukaharja. PLN juga telah menunjuk anak perusahaan, PT Pembangkit Jawa Bali (PJB), sebagai pelaksana operasi PLTU Ketapang.

Ketapang Surplus Daya 13 Mega Waat

Manajer PLN Area Ketapang, Sumarsono dalam sambutannya menyampaikan, bahwa sejak akhir tahun 2016, PLTU yang terletak di Desa Sukabangun Dalam, Kecamatan Delta Pawan, Kabupaten Ketapang ini telah beroperasi penuh sebanyak dua unit.

“Dengan beroperasinya 2 unit pembangkit dengan kapasitas masing-masing 10 MW ini, tentu akan memperkuat sistem kelistrikan dan melistriki pelanggan di Ketapang dan Kabupaten Kayong Utara,” kata Sumarsono, Sabtu (18/3).

Diakui Sumarsono, sebelumnya daya mampu Sistem Ketapang sebesar 25,4 MW dan beban puncak 30,2 MW sehingga masih mengalami defisit mencapai 4,8 MW pada saat beban puncak.

Lebih lanjut dipaparkan dia, dengan penambahan daya mampu menjadi 45 MW, saat ini sistem Ketapang memiliki surplus daya sebesar 13 MW. Beroperasinya PLTU ini juga menurunkan Biaya Pokok Produksi (BPP) menjadi 2000 Rp/kwh pada angka fuel mix 40 persen dan akan terus diturunkan menjadi fuel mix 35 persen dengan BPP 1850 Rp/kWh.

Sehingga kerugian akibat biaya operasional BBM dapat diturunkan karena adanya substitusi penggunaan bahan bakar minyak ke penggunaan batu bara atau energi primer yang lebih murah. Dengan kata lain, biaya pokok produksi menjadi lebih rendah. Penyelesaian infrastruktur kelistrikan juga tidak terlepas dari peran serta masyarakat, stakeholder dan Pemerintahan setempat yang memberikan bantuan serta dukungan dalam proses pembangunan kelistrikan.

Sebagai wujud syukur PLN dalam penyelesaian pembangunan infratruktur ketenagalistrikan serta peresmian 8 MPP PLTG total 500 MW, PLN melalui program CSR PLN Peduli juga membagikan total 4.500 paket sembako gratis di 9 lokasi peresmian, termasuk 500 paket sembako bagi warga kurang mampu di sekitar PLTU Ketapang.

Diharapkan dengan kondisi kelistrikan yang sudah surplus ini, PLN Wilayah Kalimantan Barat Area Ketapang dapat mencapai target rasio elektrifikasi tahun 2017 sebesar 75 persen (2016 RE sebesar 69 persen) dan memberikan dampak positif bagi pembangunan perekonomian dan perindustrian di Tanah Kayong.

Turut Hadir dalam acara, Bupati Ketapang Martin Rantan SH, Wakil Bupati Drs Suprapto, Ketua DPRD Budi Mateus S Pd, Ketua Pengadilan Negeri Maslikan SH, Dandim 1203 Letkol ( Inf ) Riko Haryanto, Waka Polres Kompol Reza Simanjuntak, jajaran Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat dan para undangan lainnya.(absa).

Leave a Reply

Your email address will not be published.