
KETAPANGNEWS.COM – Bupati Ketapang, Martin Rantan SH menegaskan, oknum atau orang-orang yang memanfaatkan situasi penataan tenaga kontrak yang diamankan tim Saber Pungli beberapa waktu lalu tak ada kaitan sama sekali dengan Tim seleksi penataan tenaga kontrak.
Hal tersebut ditegaskan Bupati saat dikonfirmasi di Pendopo Bupati Ketapang Rabu (22/3).
“Saya sangat kesal dan terkejut dengan kejadian ini, padahal dari awal di dalam pengumuman yang saya tandatangani dan disebarkan sudah jelas jangan percaya sama oknum yang mengatasnamakan pejabat apalagi meminta sesuatu imbalan untuk bisa lulus diterima menjadi tenaga kontrak,” tegasnya.
Bupati mengungkapkan, akibat ulah oknum yang tak bertanggung jawab tersebut bisa mencoreng citra proses seleksi penerimaan tenaga kontrak non PNS.
“Pada hal Tim seleksi sudah berkerja keras siang malam, tidak ada yang namanya minta imbalan, semua proses itu murni dan transparan,” ungkapnya.
Bupati berujar, dirinya jauh-jauh hari sudah berulang kali menegaskan, kepada tim seleksi untuk tidak bermain-main dalam hal ini dan bekerja secara profesional. Namun dengan adanya kejadian ini memperjelas kalau ada oknum diluar yang memanfaatkan kesempatan ini untuk mencari keuntungan pribadi.
“Dalam pikiran saya mereka masuk tenaga kontrak gajinya tidak seberapa, kalau mereka harus bayar untuk masuk tenaga kontrak, itu sungguh tidak manusiawi,’’ ucapnya.
Bupati meminta pihak terkait dapat mengusut tuntas sampai selesai kasus tersebut.
“Sebab saya dari awal melarang keras adanya hal seperti ini,” tegasnya.
Sebelumnya, dalam himbauan yang ditandatangani Bupati Ketapang Martin Rantan SH yang telah dikeluarkan dan disebarkan, disebutkan agar pelamar tidak terpengaruh dengan spekulan atau oknum yang mengaku atau mengatasnamakan pejabat atau instansi yang dapat membantu mengatur meluluskan menjadi tenaga kontrak non PNS dilingkungan Pemerinatah Daerah Ketapang.(dra)