
KETAPANGNEWS.COM—Berdasarkan data pelayanan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Ketapang, dalam kurun waktu enam bulan, Disdukcapil mengeluarkan Surat Keterangan (Suket) pengganti e-KTP untuk warga sebanyak 25.122. Dikeluarkannya Suket atau pengganti e-KTP dikarenakan Blanko e-KTP habis.
“Suket pengganti e-KTP dikeluarkan karena terhalang blanko yang belum siap dari pusat. Jadi kita keluarkan Suket dahulu, Kop Suket juga dari pusat,” kata Kepala Disdukcapil, Mansen SH MH kepada Ketapangnews, Kamis (23/3).
Menurut Mansen, berdasarkan informasi yang diterimannya para pelelang sudah ada. Rencananya bulan April blanko sudah datang. Namun mereka (pusat-red) disana juga hati-hati dalam mengeluarkan blanko.
Diungkapkan dia, sebenarnya keinginan pihaknya ketersediaan blanko sesuai kebutuhan yang diajukan bahkan lebih. Karena dikhawatirakan ada orang yang pindah data.
“Tapi kenyataannya karena ini menyangkut nasional dan dibagi-bagi, terkadang kebutuhan tidak pas dengan yang diajukan,” ungkapnya.
Ia berharap, kedepan apa yang diminta Pemerintah Kabupaten harus terpenuhi bahkan lebih. Sehingga mampu menjawab pertanyaan masyarakat yang bertanya, kenapa e-KTP belum ada.
Sementara itu, terhadap yang belum rekam e-KTP diakui dia adanya pengurangan dibanding data sebelumnya. Disebutkan dia, sampai 8 Maret 2017 yang sudah merekam berjumlah 238.114 dari 440.604 wajib e-KTP.
Kemudian, untuk yang berstatus siap cetak sampai 8 Maret 2017 sebanyak 211 171. Sementara, yang belum melakukan perekaman berjumlah 202.490. “Dibanding sebelumnya, dari hasil kerja Disdukcapil terdapat pengurangan,” ucapnya.
Namun demikian, pihaknya akan tetap melakukan jemput bola. Hanya saja, yang menjadi faktor penghambat diantaranya faktor geografis cukup jauh serta kesadaran masyarakat agak kurang.
“Padahal berbagai cara sudah dilakukan dan cukup maksimal. Bahkan pelayanan juga dibuka sampai malam,” timbalnya.
Diharapkannya, guna memaksimalkan agar masyarakat untuk melakukan perekaman, dibutuhkan juga peran dari Kepala Desa untuk memberi tahu kepada masyarakatnya tentang pentingnya e-KTP sebagai identitas.(absa)