
KETAPANGNEWS.COM, Lombok – Asean Muslim Student Association (AMSA) Indonesia, menyelenggarakan International Conference dengan tema “Asean as the main point of world the halal tourisme” pada 22-26 Maret 2017 di Kota Mataram Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Hadir pada kesempatan dan memberikan sambutan sekaligus Keynote speak, Menteri Pemuda dan Olahraga yang diwakili Dr Jonni Mardizal selaku Plt Deputi Pengembangan Pemuda Kemenpora RI.
“Pemuda merupakan lokomotif kemajuan suatu bangsa dimanapun itu. Sebagai Pemuda kita dituntut untuk produktif, kreatif dan kompetitif. Itulah realitas yang harus dihadapi, begitupun pemuda muslim kemampuan menghadapi tantangan zaman akan mewujudkan memajukan suatu bangsa di dunia khususnya Asean,” kata Jonni Mardizal dalam press relase yang diterima Redaksi Senin (27/3).
Menurut dia, gerakan Islam rahmatan lilalamin merupakan salah satu inti perjuangan Pemuda Muslim di Asean. gerakan tersebut diyakininya akan membawa pada perubahan dan menjadikan Asean sebagai tauladan Islam dunia.
“Untuk itu, mari kita bersama-sama wujudkan cita-cita Islam Rahmatan lilalamian sebagai subtansi peradaban Pemuda Islam Asean.” ajaknya.
Sementara Presiden AMSA, Safwan Noor menjelaskan, kegiatan
diselenggarakan dalam rangka menyikapi problematika dan issu-issu penting, baik bidang dakwah, economic, education, sosial-culture, humanity and politic di kawasan ASEAN. Serta melahirkan resolusi sebagai bentuk kontribusi kaum pemuda dan mahasiswa muslim Asean terhadap pembangunan peradaban muslim di Asean.
Lanjut dia, International Conference Ini mengangkat tema besar tentang “Halal Tourisme” sesuai dengan kondisi kedaerahan provinsi NTB sebagai distination wisata dunia. Dimana NTB sebagai Pulau Seribu Masjid dan Sebagai Destinasi Wisata Dunia telah mengembangkan konsep wisata halal.
“Pada kesempatan ini, juga melahirkan rekomendasi dan resolusi baik pemerintahan provinsi NTB, maupun daerah lain ataupun dikawasan Asean yang sedang mengembangkan Konsep Wisata Halal tersebut,” ucap pemuda asal Ketapang Kalbar ini.
Diungkapkan dia, berkumpulnya kalangan intelektual muda muslim dari seluruh nusantara dan berbagai negara Asean ini sebagai bentuk dorongan konsolidasi interkoneksi para pelajar dan mahasiswa muslim Asean.
“Sehingga ikut serta berkontribusi membangun peradaban Asean Berkemajuan, dengan pergulatan ide dan gagasan,” tutupnya.(absa)
Semestinya kegiatan yg bernuansa Edukatif dan konstruktif semacm AMSA ini dpt Memperlihatkan kepiawaian nya dalam membuat suatu acra. Sehingga peserta tdk ada yg merasa rugi utk mengikuti kegiatan ini, namun pada kali ni, byk psrta merasa di PHP in oleh panitia, sebab bnyk kekurangan dlm pelaksanaan’a,. Untuk kedepan nya, dibuat lah planing yg matang dlm kegiatan AMSA, dan pelaksanaan serta pengawasan acra smpai Evaluasi yg maksimal… Krn pemuda Adalah ujung tombak KEMAJUAN BANGSA & NEGARA…..