
KETAPANGNEWS.COM – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ketapang menggelar dialog Kepemudaan Berwawasan Kebangsaan, Sabtu (1/4) di Aula Bappeda Ketapang.
Kegiatan yang bertemakan Pemuda Sebagai Pilar Utama Dalam Menangkal Paham Radikalisme tersebut dibuka langsung oleh Bupati Ketapang, Martin Rantan SH melalui FGKK, Sony.
Dari tema yang diangkat, dibagi menjadi tiga paparan diantaranya, pertama, wawasan kebangsaan; arti penting pancasila sebagai ideologi masyarakat khususnya generasi muda yang disampaikan Kasdim, Mayor Inf Sukur Hermanto.
Kedua, strategi pemuda dalam upaya menangkal paham radikalisme yg berkembang sebagai wujud untuk menjaga toleransi kerukunan umat beragama disampaikan KH Uti Konsen
Ketiga, penanaman rasa cinta tanah air kepada generasi muda untuk diaplikasikan dalam kehidupan bermasyarakat disampaikan Ketua KNPI Febriadi S Sos MSi.
Pjs Ketua Umum HMI, Ali Rahman dalam sambutannya mengatakan,
kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan pemahaman dan rasa cinta tanah air kepada generasi muda tentang pentingnya menjaga Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Kemudian, sebagai wujud pembentukan karakter kebangsaan generasi muda untuk mewujudkan kehidupan berbangsa dan bernegara sesuai dengan dasar dan ideologi, konstitusi serta haluan bernegara.
Ali Rahman menjelaskan, dialog yang mengangkat tema pemuda sebagai pilar utama dalam menangkal paham radikalisme ini membawa pesan bahwa kita semua, pemuda khususnya perlu memantapkan tekad untuk terus menerus mempertahankan kemandirian dan kreativitas.
“Tujuannya untuk membangun identitas kebangsaan yang lebih kokoh dan bermartabat,” jelas Ali, Sabtu (1/4).
Menurut dia, tekad tersebut harus dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga bangsa Indonesia dengan pasti telah menapak jalan sejarahnya sesuai dengan nilai-nilai Kepemudaan, Pancasila, dan UUD 1945. Seperti diketahui, pada tahun-tahun ini kita telah mengalami goncangan yang besar pengaruhnya bagi kerukunan antar SARA.
“Itulah sebabnya dalam kesempatan ini kami juga menghimbau agar berbagai elemen dan unsur kepemudaan agar berperan aktif dalam menangkal mempersiapkan isu-isu berkembang yang membuat perpecahan antar ummat beragama,”katanya.
Ditegaskan dia, hal tersebut penting agar berbagai elemen dan unsur kepemudaan dapat menyesuaikan diri dengan baik dan menjalankannya dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
Selain itu, ia juga menyebutkan, nilai-nilai baru yang perlu diantisipasi diantaranya, berkaitan dengan sistem komunikasi, pengelolaan struktur kerja sama, pengakuan terhadap perbedaan budaya dan gaya hidup dan tentu saja berdasarkan etika, emansipatif dan kesederajatan.
Terlebih diakuinya, Kita terbuka terhadap globalisasi. Namun hendaknya tetap menjaga agar identitas kebangsaan Indonesia tetap berkembang dalam pergaulan antar bangsa.
“Untuk itu, pada kesempatan ini kami menghimbau dan mengajak para pemuda untuk tidak mengenal lelah mengakumulasi ilmu pengetahuan sebanyak-banyaknya. Agar kreativitas yang akan kita kembangkan kelak dapat dihargai dan berharga bagi masyarakat,” ajak dia.
Dia menuturkan, kreativitas juga penting dalam menjalin kerja sama komunitas regional. Karena kreativitas membuka peluang bagi kita untuk berpikir dan mengerjakan hal-hal baru.
“Kami tidak tahu, hal-hal baru apa saja yang dapat kita kerjakan di masa depan. Hal ini dipercayakan sepenuhnya kepada generasi muda untuk membangun generasinya secara lebih canggih dan berdaya guna,” ujarnya.
Namun, Hal yang pasti adalah bahwa semangat dan jiwa Sumpah Pemuda harus menjadi inspirasi untuk membangun kesadaran kolektif bangsa. Tujuannya guna meningkatkan kualitas dan daya saing pemuda dengan tetap menjaga eksistensi dalam percaturan global.
“Pemuda dalam kehidupan global akan tetap eksis apabila menunjukkan sebuah kapasitas kemandirian dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sehingga kreatif dalam berbagai kegiatannya,” timpalnya.
Diakhir sambutannya, dia mengucapkan selamat melaksanakan kegiatan Dialog Kepemudaan Berwawasaan Kebangsaan ini, Kiranya spirit Sumpah pemuda tetap mengilhami kita semua dalam tugas-tugas pengabdian kepada bangsa dan negara.(absa)