
KETAPANGNEWS.COM – Dinas Kelautan dan Tanaman Pangan (DKTP) Ketapang terus melakukan percepatan pembuatan kartu asuransi Jasa Indonesia ( Jasindo ) bagi nelayan pesisir. Hal demikian dilakukan sesuai instruksi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKK).
Staf Bidang Perikanan Tangkap, Agung Arief Afrianto mengatakan, saat ini DKTP melalui PPL terus mendata para nelayan per Kecamatan. Namun nelayan yang didata hanya bagian pesisir.
“Untuk tahun ini yang dilakukan pendataan hanya nelayan laut, bukan nelayan sungai. Itu berdasarkan juknis KKP Pusat. Jadi sejauh ini yang sudah dijalani pendataan nelayan laut,” kata Arief Afrianto, Selasa (11/4).
Diungkapkan dia, sejauh pendataan pihaknya, yang sudah memiliki kartu asuransi nelayan di Ketapang sekitar 100 orang lebih dari total se Kecamatan pesisir.
Meski demikian, Ketapang sendiri menargetkan ditahun 2017 ini akan menyelesaikan 2000 ribu orang Nelayan sudah harus miliki kartu asuransi. Terlebih dari Kementerian memerintahkan harus mempercepat program ini.
“Jadi di Ketapang memiliki target 2000. Ditargetkan 2017 ini akan selesai,” timbal dia.
Menurutnya, kartu asuransi tersebut sangat penting. Karena pemilik kartu asuransi akan mendapatkan bantuan dari jasindo dengan besaran berbeda-beda. Meninggal Rp 200 juta, cacat permanen Rp 100 juta dan pengobatan Rp 20 juta.
“Untuk klaimnya, nelayan yang bersangkutan datang ke dinas. Dinas akan mempaslitasi untuk mengklaimnya,” ucapnya.
Dijelaskannya, mengenai syarat salah satunya yakni Dinas akan meminta KTP suami istri. Sehingga lebih mudah mendata siapa yang mendapat julukan tanggungan apabila terdapat kecelakaan kepada nelayan.
Selain data pemiliki kartu asuransi, pemilik kartu nelayan di Ketapang sudah berjumlah 2675 orang. Diakuinya kartu nelayan juga penting. Karena sebagai identitas nelayan.
“Namun kami tetap akan kroscek lantaran khawatir disalahgunakan. Karena sudah pernah kejadian. Sementara salah satu fungsi kartu nelayan adalah untuk BBM subsidi,” timpalnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Perikanan Tangkap, H Aspani menambahkan, dalam mengurus asuransi jasindo untuk nelayan tanpa dipungut biaya sepeserpaun. Intinya dia benar-benar nelayan dan memiliki kartu nelayan.
“Harapan kita dengan adanya program ini, para nelayan bisa sejahtera sesuai visi misi Bupati dan Wakil Bupati,” tutupnya.(absa)