
KETAPANGNEWS.COM-Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Ketapang, Lai Hie Tars menegaskan lokasi terperosoknya truk itu bukan lokasi pengerjaan lanjutan Pembangunan Drenase Jalan DI Panjaitan pada akhir 2016 lalu.
Sebelumnya pada Juni hingga akhir 2016 di sekitar lokasi truk terperosok itu telah dikerjakan Proyek Lanjutan Pembangunan Drenase Jl DI Panjaitan oleh CV Nursyamsena menggunakan dana Rp 1 miliar lebih.
Dana itu dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Ketapang 2016 di Dinas Pekerjaan Umum Ketapang kala itu.
“Tak ada kaitanya, itu masih jauh dari lokasi drenase yang dikerjakan tahun 2016 lalu,” jelas Lai Hie kepada wartawan Senin (17/4).
Ia menjelaskan pengerjaan drenase hanya sekitar dua meter dan lurus pada jalur parit. Menurutnya kemungkinan yang jebol itu bekas digali intansi terkait lainnya.
“Kemudian ketika diperbaiki kondisinya tidak kembali maksimal atau seperti semula,” ujarnya.
Ia mencotohkan selain yang jebol itu ada juga beberapa ruas jalan yang digali intansi lain. Tapi tidak lagi diperbaiki maksima, sehingga pihaknya lah yang memperbaikinya.
” harusnya mereka yang tanggungjawab memperbaikinya lagi. Tapi kadang mereka asal tampal saja tidak dikembalikan seperti semula,” katanya.
Menurutnya, Kalau melarang sama-sama program Pemerintah. Tapi maksudnya masing-masing tau diri dan dijaga bersama-sama agar kondisi jalanya tetap bagus.
“Terhadap kondisi jalan tempat truk yang terperosok tersebut. Lantaran bisa membahayakan maka akan akan diusahakaan diperbaiki secepatnya. Misalnya menggunakan dana untuk penanganan daruratnya,” ungkapnya.
Ia menambahkan, apalagi jalan tersebut sekarang audah masuk statusnya Jalan Nasional.
” Pasti akan kita usahakan untuk secepatnya diperbaiki. Kita tidak ingin terjadi hal-hal yang tak diinginkan,” ujarnya. (dra)