
KETAPANGNEWS.COM—Ombudsman Republik Indonesia (ORI) perwakilan Kalimantan Barat (Kalbar) melakukan kunjungan ke SMPN 4 Benua Kayong, Kabupaten Ketapang, Rabu (19/4). Kunjungan dilaksanakan dalam rangka monitoring dan pengawasan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) di sekolah tersebut.
Asisten Ombudsman Perwakilan Kalbar, Taria mengatakan kunjungan Ombudsman Perwakilan Kalbar ke Kabupaten Ketapang ada beberapa agenda. Diantaranya rapat penyelesaian laporan, membuka gerai pengaduan masyarakat dan menyangkut moment pelaksanaan USBN jenjang satuan pendidikan SMP.
“Maka Ombudsman juga mengambil peran untuk melakukan monitoring atau pengawasan di beberapa sekolah di kalimantan Barat,” kata Taria.
Dipaparkan Taria, di Ketapang ada dua sekolah yang dilakukan monitoring. Diantaranya SMP 3 dan SMP 4. Dipilihnya dua sekolah ini, khusunya SMP 3 diambil sebagai sample karena tahun lalu pernah dilakukan monitoring juga.
“Sehingga kita ingin melihat perbandingan antara tahun lalu dan sekarang, apakah ada perbedaaanya atau tidak,” ujarnya.
Terhadap SMP 4, tentu baru diawasi dan dimonitoring tahun 2017 pada moment pelaksanaan USBN. Salah satu pertimbangannya adalah, berdasarkan informasi bahwa sekolah ini bagus. Sehingga diharapkan penyelenggaraannya juga bagus dan menjadi contoh.
Selanjutnya, turunya Ombudsman dalam monitoring USBN ini ingin memastikan bahwa pelaksanaan USBN terlaksana sesuai dengan aturan yang ditetapkan Menteri Pendidikan.
Menurutnya, dilapangan ada beberapa hal yang pokus diawasi ombudsman. Diantaranya bagaimana pengawas dalam ruangan, kesiapan anak dan kesiapan sekolah dalam melaksanakan USBN.
Terlebih diakui dia, Ombudsman juga mempunya Form Indikotor Monitoringi yang sifatnya nasional. Untuk itu ada beberapa item yang harus diisi. “Dalam hal ini kami melakukan wawancara kepada kepala sekolah, pengambilan dokumentasi serta melihat langsung keruangan,” ucapnya.
Mengenai tujuan kunjungan Ombudsman ke Ketapang, bahwa ingin mendekatkan informasi tentang ombudsman itu sendiri kepada masyarakat. Kemudian ingin menjemput bola serta ada atau tidak masalah pelayanan publik di di Ketapang.
“Jadi ingin mendekatkan masyarakat kepada ombudsman. Karena kalau masyarakatnya ke Pontianak terlalu jauh,” timpalnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMPN 4, Sukarmin SPd MPd merasa bersyukur atas kunjungan dari Ombudsman. Terlebih diakuinya, dengan adanya kunjugan pihaknya dapat meningkatkan semua pelayanan menjadi lebih baik.
Diakuinya, terhadap pelaksanaan ujian selama tiga hari berlangsung tidak ada masalah. “Mudah mudahan tidak ada masalah dalam pelaksanaan kegiatan ujian sekolah berstandar nasional dihari terakhir ini (rabu-red),” ucapnya.
Kemudian, dengan kunjungan ini juga diharapkannya dapat meningkatkan pelayanan sekolahnya. Terutama kepada siswa maupun orang tua siswa. Sehingga mereka (orang tua-red) yakin menitipkan anaknya ke sekolah ini dengan baik.
“Pada akhirnya orang tua, umumnya masyarakat akan berpandangan bahwa SMPN 4 sangat siap menerima anak-anaknya sebagai peserta didik untuk menimba ilmu,” tutupnya.(absa)