
KETAPANGNEWS.COM-Wakil Bupati Ketapang Drs Suprapto S mengingatkan para Pengusaha muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Ketapang untuk tidak berharap pada proyek pemerintah. Seperti proyek bersumber dari DAU maupun DAK. Tetapi pengusaha muda diharapkan harus mampu menangkap peluang dan ciptakan lapangan kerja.
“Jangan hanya berharap pada proyek pemerintah, Apalagi sebuah pekerjaan yang ada beban kewajiban setor terlebih dahulu, kita harus berhati-hati dalam melaksanakan pekerjaan,” kata Suprapto S, Wakil Bupati Ketapang ketika memberikan arahan ketika membuka Muskab V HIPMI Ketapang kemarin.
Perlunya sikap berhati-hati tersebut, karena jangan sampai pada akhirnya akan menimbulkan permasalahan. Apalagi, KPK ada dimana-mana. Selain itu, Wakil Bupati Ketapang juga menginginkan dalam memberikan
kepercayaan kepada pelaksana pekerjaan, diharapkan LPSE benar-benar memberikan kepada pengusaha yang punya kemampuan. Selain itu juga
memberikan sanksi kepada pengusaha yang tidak mampu melaksanakan pekerjaan sebagaimana dipercayakan.
Ia mencontohkan, jangan pekerjaan
dilaksanakan akhirnya dalam satu tahun sudah rusak. Karena itu, pengusaha muda harus mampu menciptakan peluang dan lapangan kerja. Banyak peluang yang bisa digarap di Kabupaten
Ketapang. Apalagi, daerah ini potensinya luar biasa dan masyarakatnya cukup kondusif. Sehingga peluang-peluang yang digarap diyakini akan berhasil dengan baik, jika ada kemauan.
Ia mencontohkan untuk Lapas Kelas IIB Ketapang dalam satu bulan memerlukan 10 ton beras. Apalagi perusahaan WHW dan perkebunan. Disarankannya dapat digarap potensi pertanian. Begitu juga dengan potensi wisata. Jika dahulu Ketapang mengandalkan Pantai Pulau Datok, namun begitu pemekaran Kabupaten, maka saat sekarang disarankan untuk digarap potensi di Pulau Sawi dan sekitarnya. Malahan saat ini, Pulau Sawi dimanfaatkan setiap pekan untuk wisata oleh pekerja PT WHW. Kawasan ini sangat cocok untuk menyelam, memancing dan lain-lain. Airnya jernih, bahkan ikan dan terumbu karang juga bisa terlihat.

Karena itu, dia berpendapat mungkin pengusaha bisa dimanfaatkan dan mengelolanya sehingga lebih maksimal. Demikian juga dengan potensi lainnya, misalnya saja limbah PLTU di WHW maupun Sukabangun bisa dijadikan batako seperti di Pulau Jawa.
Wakil Bupati Ketapang yang mengaku punya niat baik untuk membangun Ketapang mengakui salah satu kendala dalam percepatan pembangunan, adalah saat ini Bandara Ketapang belum bisa dimasuki pesawat ukuran besar seperti boing. Melihat hasil survey dan fakta dilapangan tidak memungkinkan landasan untuk diperlebar, sehingga harus dipindahkan.
Untuk merealisasikan perpindahan tersebut, dia juga berharap, kawan-kawan pengusaha yang mempunyai relasi dan hubungan baik ke pusat bisa ikut membantu. Begitu juga ada rencana pembangunan pelabuhan Sukabangun yang akan ditingkatkan Pelindo sehingga dapat bongkar muat peti kemas.
Rencana tersebut besar kemungkinan akan segera direalisasikan pada tahun ini. Sisi lain dalam pengembangan pelabuhan ini, ada kendala kedangkalan muara sungai.
Ia juga berharap para pengusaha
yang mempunyai hubungan baik ke pusat maupun investor ikut membantu mengatasi masalah kedangkalan sungai. Ia berharap, sepanjang alur muara Sukabangun dibuat semacam penahan alur sehingga tidak menyebabkan kedangkalan sungai. Pasir yang dikeruk bisa ditimbunkan dan tidak kembali mendangkalkan alur muara. Kalau kedangkalan alur sungai bisa diatasi, maka kapal barang akan mudah masuk dan menjadikan harga sembako murah sehingga bisa terjangkau oleh masyarakat.
Mantan Kepala Dinas Catatan Sipil dan Kependudukan Kabupaten Ketapang ini berharap para pengusaha yang ikut muscab V Hipmi Kabupaten Ketapang Pengusaha Indonesia berpartisipasi aktif untuk mewujudkan pembangunan Kabupaten Ketapang yang maju dan sejahtera. Sebab,Musyawarah Cabang V Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Ketapang menjadi Momentum yang penting untuk mengevaluasi program kerja. Selain itu memberikan semangat kepada pengurus dan anggota mengelola organisasi yang lebih berkualitas dan profesional.
Selain itu, di era keterbukaan informasi, maka HIPMI diharapkan selalu menjaga kerukunan dan kondusifnya lingkungan kerja di lapangan.Sebab, tanpa diterapkannya sendi-sendi kerukunan maka kehidupan berbangsa dan bernegara tidak akan berkembang dengan baik.
Sebelum Wakil Bupati Ketapang memberikan arahan, maka, Muhamad Ihsan Sekretaris Panitia mengatakan harapan agar HIPMI dapat bersinergi dengan Pemkab Ketapang dengan berpartisipasi aktif dalam pembangunan mewujudkan Ketapang yang maju dan sejahtera. (Adv/dra).