
KETAPANGNEWS.COM,Manis Mata-Minimnya peserta yang mengikuti kegiatan Lomba Tingkat II Gerakan Pramuka regu penggalang yang diadakan di lapangan sepak bola SMP Negeri 1 Manis Mata pada tanggal 21-23 April 2017 yang hanya di ikuti Tiga sekolah di indikasikan karena kurangnya pembinaan gerakan pramuka di. Setiap gugus depan (Gudep).
Kurangnya antusiasme gudep untuk mengirim peserta LT II gerakan pramuka tingkat penggalang menurut PitriadinS.Hut sebagai Sekretaris Kwarcab Kabupaten Ketapang mengindikasikan kurang. Pasnya pembinaan gerakan pramuka di Gudep.
“Pembina pramuka yang memberikan pelatihan pramuka bagi peserta didik harusnya mendorong dan memacu anggota pramukanya untuk berkompetisi yang sehat ala pramuka misalnya melalui Lomba Tingkat, ” kata Pitriadi Minggu (23/4).
Menurut Pitriadi, aktifitas dan eksistensi pengurus Kwartir Ranting (Kwaran) yang kurang aktif menjadi penyebab kurang semangatnya pembina mengirimkan peserta LT II. Dengan demikian, diharapkan dalam waktu dekat Kwaran Manis Mata dapat melasanakan Musyawarah Ranting untuk memilih kepengurusan baru.
Berbagai masalah yang di kemukakan beberapa kepala SMP yang berada di Kecamatan Manis Mata yang kebetulan sekarang sedang berada di Ketapang karena mendampingi siswanya mengikuti kegiatan O2SN.
Kepala SMPN 2 Manis Mata Juntin,S.Pd mengaku bahwa dirinya tidak mendapatkan imformasi tentang diadakannya kegiatan ini.
“Saya baru tahu setelah saya berada di Ketapang, padahal kami sudah siapkan Dua regu putra dan putri untuk mengikuti kegiatan LT II tingkat penggalang ini,” tuturnya.
Berbeda dengan Asdianto,S.Pd Kepala SMPN 3 Manis Mata yang juga absen dalam kegiatan ini.
Asdianto mengatakan, mohon maaf untuk tahun ini tidak bisa mengikuti kegiatan ini, karena kendalanya yaitu faktor anggaran yang belum mereka miliki.
“selanjutnya segala kegiatan siswa yang sifatnya harus menginap kami sangat kesulitan untuk mendapatkan ijin dari orang tua siswa,” jelasnya.
Menanggapi hal ini, Ketua Kwaran Manis Mata Sahilin,S.Pd menjelaskan, harus bertahap menyikapi masalah gerakan pramuka khususnya di Kecamatan Manis Mata ini, banyak hal yang kita hadapi di Kwaran terutama masalah anggaran Kwaran yang membuat kita kurang luas untuk beraktifitas.
“Permasalahan di masing-masing sekolah ada juga ketidaksiapan pihak sekolah karena rata-rata disekolah tidak memiliki pembina pramuka yang mempunyai dasar karena belum pernah sama sekali mengikuti Kursus Mahir Dasar (KMD), ” ungkapnya.
Ia berharap kedepannya kepengurusan Kwaran yang akan disegarkan kembali, nantinya bisa selalu berkomunikasi dengan Kepala UPPK sebagai anggota Mabiran tentang bagaimana melaksanakan kembali KMD di Kecamatan Manis Mata ini.
“Perencanaan KMD yang batal tahun lalu karena ke tidak transfaranan anggaran kita jadikan sebuah pengalaman dan yakinlah untuk kedepannya dengan kepengurusan Kwaran yang baru, kegiatan KMD bisa terlaksana sehingga di setiap sekolah sudah siap mengikuti kegiatan pramuka dengan adanya pembina pramuka di sekolah masing-masing, ” harap Sahilin. (Wan Usman)