
KETAPANGNEWS.COM – Kapolres Ketapang, AKBP Sunario melalu Kasat Bimas Polres, AKP Sutrisno mengungkapkan, menjelang bulan suci ramadhan Kepolisian akan meningkatkan pengamanan. Baik dari konflik sosial, aliran dan kamtibmas.
AKP Sutrisno mengatakan, kerawanan konflik ditengah warga yang menjadi antisifasi pihaknya adalah pengguna Media Sosial. Terlebih didalam medsos banyak sekali isu-isu yang menyudutkan satu sama lain. Sehingga mengakibatkan perpecahan.
Menjelang bulan suci ramadhan, diakui Sutrisno, Kepolisian sudah banyak berbuat. Diantaranya saling berkoordinasi dengan tokoh agama, masyarakat dan adat.
“Tujuannya agar tetap menjaga situasi kondusif menjelang ramadhan, pelaksanaan ramadhan, pasca ramadhan bahkan sampai selamanya,” kata Sutrisno, Jum’at (12/5).
Lebih lanjut, selain berkoordinasi bersama tokoh, pihaknya juga menyampaikan himbauan agar Ketapang aman dan tertib melalui forum-forum dialog.
Mengenai Kerawanan konflik aliran, dia mengakui bahwa dulunya memang pernah ada yakni aliran Siy’ah. Akan tetapi persoalan tersebut sudah selesai.
“Namun, kepolisian selalu mengawasi aliran-aliran yang bersifat melenceng dan menyesatkan. Terutama di moment bulan ramadhan,” ujar dia.
Sementara potensi gangguan Kamtibmas di daerah rawan kriminalitas, dijelaskannya, pada dasarnya semua daerah di Ketapang mengalami kerawanan. Terlebih cakupan luas wilayahnya besar. Ditambah lagi akses transportasi terbuka luas, baik darat, air maupun udara.
Lanjutnya, menurut yang sudah dipetakan kepolisian, yang paling rawan yakni berada dekat dengan jalur Trans Kalimantan. Namun bukan berarti Kecamatan lain tidak rawan, tetap saja semuanya diantisipasi.
Ia mengharapkan, biasanya kejahatan menjelang ramadhan yang paling banyak adalah curanmor, curas, penipuan dengan cara menjual nama pejabat dan lain sebagainya.
“Untuk itu, diharapakan kepada masyarakat agar lebih waspada. Apabila mendapatkan telpon atau SMS mengatasnamakan pejabat agar mengkonfirmasikan ke Kepolisian,” timpalnya.
Adapun upaya antisipasi keamanan, khususnya dari Bimas Polres mengerahkan seluruh Babinkamtibmas. Artinya seluruh desa harus terjangkau Babin, tujuannya memberikan penyuluhan kepada masyarakat agar lebih berhati-hati.
“Kita minta juga kepada Kapolsek di setiap Kecamatan agar memberikan perhatian khusus pada para Babin. Dalam artian memerintahkan turun kedesa-desa sebagai mana yang ditugaskan,” tutupnya.(absa)