
KETAPANGNEWS.COM-Harga daging ayam pada bulan Ramadan dan Idulfitri dipastikan akan naik.Pasalnya ini disebabkan melonjaknya harga Day Olc Chick (DOC).
“Saat ini, harga bibit ayam daging sudah menyentuh angka Rp. 750 ribu per box. Harga tersebut diperkirakan akan terus naik hingga Ramadan nanti,” ungkap Perwakilan Asosiasi Peternak Ayam, Maniri Minggu (14/5).
Maniri memastikan harga daging ayam pada saat Ramadan dan Idulfitri nanti pasti naik.Menurutnya, bukan pihaknya yang menginginkan naik.
“Tapi harga DOC sekarang ini sudah dinaikkan oleh perusahaan. Mau tidak mau harga ayam nanti pasti naik,” ucapnya.
Ia mengungkapkan, saat ini harga DOC sudah merangkak naik. Sejak sepekan lalu, harga DOC sudah menyentuh angka Rp 750 ribu per box.
“Bahkan, angka tersebut juga diperkirakan akan terus naik hingga menyentuh angka Rp 900 ribu. Padahal jika dibandingkan dengan hari biasa harganya hanya Rp 500 ribu per box,” ujarnya.
Ia mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan daging ayam pada saat Ramadan dan Idulfitri nanti, peternak mulai memasukkan bibit ke kandang sejak saat ini. Namun, menurut Maniri, hal itu dimanfaatkan oleh perusahaan penyedia bibit ayam.
“Mereka yang memainkan harga. Tidak ada alasan lain selain memanfaatkan kesempatan ini untuk mengambil keuntungan,” ujarnya.
Maniri mengaku, hal ini pun dikeluhkan oleh peternak ayam, khususnya di Ketapang. Karena tidak adanya kontrol pemerintah terhadap harga DOC ini menyebabkan penyedia bibit bisa menaikkan harga begitu saja. Pihaknya berharap peran dari pemerintah untuk ikut mengawasi.
“Kalau dibiarkan seperti ini, yang akan diberatkan nantinya adalah konsumen,” harap Maniri.
Maniri menambahkan, sementara untuk harga pakan ayam, tidak mengalami kenaikan harga.Namun demikian, hal itu juga perlu diantisipasi, khawatir dijadikan kesempatan untuk mengambil keuntungan lebih oleh para pengusaha. Semuanya tahu kalau puasa dan lebaran nanti kebutuhan daging pasti meningkat.
“Itu yang dimanfaatkan. Makanya pemerintah harus bertindak,” tegasnya.
Lebih lanjut Maniri mengungkapkan, untuk kebutuhan daging ayam pada saat lebaran nanti, dipastikan akan tersedia. Hanya saja jika stok bibit ayam tersedia dan harganya juga tidak mahal. “Kalau bibitnya tidak ada, peternak tidak bisa memelihara.
“Kalaupun ada tapi harganya mahal, pertenak juga hitung-hitungan,” katanya.
Maniri berujar, peternak khawatir jika daging ayam dijual mahal tidak akan laku di pasaran. Sementara jika dijual murah, otomatis peternak yang akan merugi. Karena harga bibit mahal. Jadi, peternak mengalami dilema.(dra).