Sektor Pertanian Terus Digenjot

20170321_143252-1KETAPANGNEWS.COM– Zona musim di Ketapang terbilang cukup berbeda dengan daerah lainnya di Kalbar. Ketapang masuk dalam zona yang memiliki curah hujan cukup rendah. Diperkirakan, dari Juni hingga Agustus, hujan sudah akan sangat jarang mengguyur Ketapang.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian, Peternakan dan Perkebunan Ketapang, Akhmad Humaidi, Kamis (18/5) mengatakan, namun demikian, meskipun curah hujan rendah, sektor pertanian terus digenjot. Bahkan, seluruh petani di Ketapang harus melakukan tanam padi dua kali dalam setahun.

Ia menjelaskan, zona musim di Ketapang memang berbeda dengan daerah yang lain di Kalbar. Jika sebagian daerah hujan masih turun, tidak halnya di Ketapang.

“Termasuk di bulan-bulan ini, hujan sudah jarang turun di Ketapang. Tapi, jika petani hanya tanam di musim hujan, produksi pangan kita pasti rendah,” ungkapnya.

Menurutnya, oleh karena itu, seperti apapun kondisinya, hujan atau panas, petani harus berusaha untuk tanam. Selain percepatan tanam, juga percepatan peningkatan produksi pertanian. Akan di genjot untuk tanam, tapi di barengi dengan pemberian alat pertanian.

” Seperti sumur, poma air, alat pengolahan tanah, mesin tanam hingga alat panen,” ujar Humaidi.

Ia mengungkapkan, lahan di Ketapang luas, tapi orang yang mengolahnya sedikit. Otomatis, tenaga kerja untuk mengolah lahan menjadi mahal. Oleh karena itu, Dinas Pertanian berkomitmen untuk memberikan bantuan kepada petani.

“Selain itu, kita juga akan terus memberikan pendampingan barupa penyuluhan terkait pertanian,” ucapnya.

Humaidi berujar, di dinas Pertanian ini semuanya penyuluh. Termasuk Kabid dan Kepala Dinas juga penyuluh. Maksudnya adalah, untuk mengajak masyarakat bertani dan meningkatkan hasil pertanian yang lebih baik.

Sementara Kasubdit Pengembangan Verietas Direktorat Jenderal Ketahanan Pangan, Sigit Setiawan, mengajak masyarakat atau petani untuk mengoptimalkan fasilitas yang telah diberikan oleh pemerintah.

” Alat-alat pertanian yang diperbantukan kepada petani tujuannya untuk meringankan beban kerja. Tujuan lainnya juga adalah memperluas area tanam sehingga produksi meningkat,” katanya.

Ia menghimbau petani untuk mengoptimalkan alat pertanian yang sudah diberikan. Pergunakan sebaik dan semaksimal mungkin agar proses tanam lebih cepat dan meningkatkan produksi tanaman pangan.

Ia juga mengajak, selain konsen pada tanaman padi, saat ini pemerintah mulai menitikberatkan pada beberapa tanaman pangan untuk ditingkatkan produksinya. Di antaranya adalah jagung dan kedelai. Jika dulu hanya konsen di padi, tapi sekarang mulai merambah ke jagung dan kedelai.

” Target pemerintah di 2017 sudah swasembada jagung. 2018 sudah swasembada kedelai,” jelasnya.

Ia menambahkan, untuk menyukseskan target Pemerintah tersebut, tidak dapat dilakukan sendiri oleh Pemerintah. Pemerintah mendorong masyarakat untuk lebih giat lagi dengan memberikan bantuan.

“Masyarakat atau petani harus lebih giat lagi dalam bertani. Ini adalah tanggung jawab bersama. Sehingga target ini bisa tercapai,” harapnya. (dra)

Leave a Reply

Your email address will not be published.