
KETAPANGNEWS.COM,ManisMata-,Air Sungai Jelai kembali meluap, setelah di Kecamatan Jelai Hulu dan Marau, kini luapan air kembali merendam Dusun Dibau Desa Air Dekakah dan Desa Kelampai Kecamatan Manis Mata Ketapang.
Meluapnya air sungai Jelai yang sangat tinggi menyebabkan daerah tersebut terendam air dengan ketinggian sekitar Satu meter membuat jalan yang biasa kesehariannya di gunakan warga tersebut terendam yang sudah dirasakan warga selama satu pekan.
Dampak dari masalah ini untuk menghindari hal-hal yang tidak di inginkan terhadap siswa sekolah dasar Junaidi S.Pd kepala SDN 04 Manis Mata mengambil kebijakan untuk meliburkan siswa sejak 18 Mei 2017 yang lalu.
“Untuk menghindari resiko terhadap siswa sekolah dasar yang letak sekolahnya berjarak sekitar 70 meter dari sungai jelai maka sejak Kamis (18/5) sekolah kami liburkan, ” ujar Junaidi Senin (22/5).
Selanjut nya Junaidi juga mengatakan, kami tidak bisa memaksakan anak harus menggunakan pasilitas perahu sampan karena air yang menggenangi sepanjang jalan kampung cukup lumayan deras sehingga ditakutkan terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan terhadap siswa.
“Dalam hal pengambilan kebijakan kami sudah berkoordinasi dengan pihak komite sekolah dan kepala desa setempat,” tuturnya.
Menanggapi luapan air di daerah nya Apen sebagai Kepala Desa Air Dekakah melakukan beberapa tindakan untuk membantu kegiatan belajar mengajar di sekolah dan aktifitas warganya.
“Memang benar jalan yang dimulai masuk ke Dusun Dibau sampai ke ujung kampung semua terendam air yang di akibatkan luapan dari Sungai Jelai,”jelasnya.
Menurutnya, pihaknya sudah memberikan solusi terhadap siswa yang akan pergi ke sekolah dengan difasilitasi menggunakan motor klotok untuk mengantar dan menjemput siswa dan mulai hari ini Senin (22/5) siswa dan guru sudah bisa kembali lagi menjalankan aktifitasnya untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar di sekolah.
“Selain itu ada juga beberapa rumah warga yang tinggal di bantaran sungai terendam air yang di sebabkan badan jalan dan barau sebagai pengaman jalan kurang ketinggiannya, ” tuturnya.
Ia mengungkapkan, sudah mempunyai rencana dengan menganggarkan dengan menggunakan dana desa untuk membangun pembarauan jalan sepanjang 500 meter untuk tahun ini.
“Selanjutnya disamping itu juga kami sudah menemui pihak PT Maya Agro Investama yang ada di lingkungan desa kami untuk memberikan bantuan melalui CSR nya terhadap penimbunan jalan di Dusun Dibau, ” ungkapnya.
Menurutnya, dengan sudah di tinggikannya barau dan badan jalan ia berharap luapan air dari sungai jelai seperti ini tidak sampai merendam daerahnya lagi.
Sampai saat ini menurut Kepala Desa belum ada dampak yang khusus dari banjir baik itu dari segi material maupun dari segi kesehatan. (Wan Usman).
parah DIBAU ne, banjir terus