Saluran Drainase Buruk Ancam Kesehatan

Nyamuk DBD-Net
Nyamuk DBD-Net

KETAPANGNEWS.COM—Tergenangnya air disejumlah drainase kota Ketapang diakibatkan hujan deras berdampak negatif pada kesehatan lingkungan. Pasalnya, akan menimbulkan berbagai penyakit, terutama kepada warga sekitar area yang tergenang air. Lagi-lagi pemicu utama tergenangnya air adalah saluran drainase tidak satu fokus.

“Pengaruh dari akibat banjir yang airnya tergenang lantaran kurang maksimalnya saluran drainase yang tidak satu fokus salurannya. Dampak dari persoalan tersebut berpengaruh pada kesehatan masyarakat,” ucap Kasi Penyehatan Lingkungan dan Kesehatan Kerja Dinas Kesehatan, Nuhdi Arfarisy ST Mkes, Sabtu (3/6).

Nuhdi memaparkan, beberapa penyakit yang berpotensi akibat dampak pasca kebanjiran yaitu diare, demam berdarah (DBD) diakibatkan penumpukan sampah yang secara otomatis menjadi sarang nyamuk.

‘Dampak lainnya yakni penyakit leptospirosis, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), penyakit kulit dan penyakit saluran cerna lainnya seperti kolera dan disentri,” papar Nuhdi.

Dijelaskan dia, adapun cara penanggulangan penyakit lingkungan diantaranya memperbaiki sanitasi lingkungan masyarakat sekitar areal banjir, termasuk membersihkan saluran pembuangan limbah rumah tangga. Membersihkan sampah-sampah akibat banjir sehingga tidak menjadi sarang nyamuk.

Lebih lanjut, ia menyarankan agar masyarakat bisa sama-sama saling menjaga kebersihan lingkungan. Kalau memang ada sampah buanglah pada tempatnya. Sehingga tidak menyebabkan mampetnya saluran yang berakibat tergenangnya air.

“Untuk itu, kami selalu berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat. Misalnya mengarahkan pembuatan saluran yang baik disetiap Saluran Rumah (SR) dan harus diatur sendiri. Sebab, kalau satu saja macet akan berpengaruh ke yang lain,” tuturnya.

Menurutnya, terhadap penanggulangan drainase perlu adanya kerjasama lintas sektor. Terutama  yang berkaitannya dengan pembangunan fisik saluran pembuangan Daerah Aliran Sungai (DAS). Terlebih aliran drainase di Ketapang salurannya akhirnya belum jelas.

“Memang harus ada kerjasama untuk pembangunan pisiknya. Kalau tidak akan seperti ini lagi, otomatis penyakit akan berkembang diakibatkan kepadatan bibit penyakit bertambah,”.(absa).

Leave a Reply

Your email address will not be published.