Tujuh Titik Hotspot di Ketapang Terdeteksi

IMG-20170611-WA0003
Titik hotspot yang terpantau dari udara saat patroli-Dok Mangala Agni.

KETAPANGNEWS.COM -Sepekan terakhir sedikitnya terdapat tujuh titik hotspot di Wilayah Kabupaten Ketapang. Tujuh titik hotspot diantaranya di Kecamatan Kendawangan, Kecamatan Air Upas, Kecamatan Sungai Melayu dan Simpang Hulu.

Kepala Manggala Agni Daerah Operasi (Daops) Ketapang, Rudi Windra Darisman membenarkan kalau terdapat titik hotpsot di wilayah Kabupaten Ketapang dalam satu pekan terakhir. Tanggal 7 terdeteksi 2 titik di Kendawangan dan Air Upas, tanggal 9, 3 titik di Kendawangan dan 1 titik di Sungai Melayu serta 1 titik di Simpang Hulu.

Ia menuturkan, dari titik hotpsot yang terpantau, pihaknya kemudian langsung melakukan ground check kelapangan untuk memastikan apakah benar ada kejadian kebakaran.

“Untuk dikendawangan hasil ground check memang terdapat bekas kebakaran yang luasnya sekitar 1 hektar,” ujarnya.

Selain terdapat titik hotspot, melalui patroli udara menggunakan sebuah helikopter guna mencegah dan menanggulangi terjadinya Karhutla, pihaknya juga mendeteksi titik api diantaranya di daerah Pelang, Pesaguan, Sungai Besar yang langsung dilakukan penanggulangan oleh tim patroli darat.

“Jadi tim patroli darat langsung bergerak dilokasi titik api yang hanya dipermukaan saja dengan luasan yang tidak terlalu luas sehingga langsung dilakukan penanggulangan,” tuturnya.

Ia menambahkan, pihaknya terus melakukan patroli guna mengantisipasi dan menanggulangi hal-hal yang tidak diinginkan, terlebih selama satu pekan kedepan akan melakukan patroli udara menggunakan helikopter kementrian lingkungan hidup dan kehutanan yang akan stanbay di Ketapang selama satu pekan kedepan.

“Helikopter yang kita gunakan patroli udara diperuntukan untuk provinsi kalbar, kebetulan di pontianak, kubu raya, sintang sudah, sekarang di ketapang,” katanya.

Ia berharap dengan adanya patroli udara dan darat dapat menekan dan bergerak cepat melakukan antisipasi terhadap terjadinya kebakaran hutan dan lahan di Ketapang.

Kurangi Aktivitas di Hutan

Koordinator Manggala Agni Provinsi Kalbar, Sahat Irawan Manik mengimbau seluruh elemen di Ketapang untuk dapat mengurangi aktivitas dikawasan hutan dengan menggunakan api, hal tersebut mengingat kondisi temperatur yang semakin tinggi dan minimnya curah hujan yang dapat dengan mudah terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

“Seluruh pihak kita imbau tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu terjadinya Karhutla, karena kondisi temperatur semakin tinggi mudah memicu terjadinya Karhutla,” imbaunya.

Imbauan ini diharapkan dapat direalisasikan semua pihak yang ada di Ketapang guna menghindari terjadinya Karhutla yang dapat menyebabkan kerugian bagi banyak pihak. (dra).

Leave a Reply

Your email address will not be published.