Peringatan Nuzulul Qur’an

Ribuan Jemaah Hadiri Tabliq Akbar di Masjid Agung Al-Ikhlas Ketapang

DSC_4236
Ustadz H.Ibrahim Syahid menyampaikan siraman rohani di Masjid Agung Al-Ikhlas Ketapang- Andi Candra Peliputan Humas dan Protokol Setda Ketapang.

KETAPANGNEWS.COM – Tabligh Akbar yang bertemakan “Amalkan Al-Qur’an Dalam Setiap Tarikan Nafas Kehidupan” di Masjid Agung Al-Ikhlas Ketapang, Minggu (11/6) malam dihadiri ribuan jemaah.

Sebelum tausiah dalam rangka Nuzulul Qur’an di bulan Ramadhan 1438 H/2017 disampaikan Ustadz H.Ibrahim Syahid, jemaah yang hadir juga ikut melakukan sholat isya dan Terawih berjamaah dengan Imam adalah Syech Muhammad Jaber dari Madinah, yang juga merupakan adik kandung dari Syech Ali Saleh Mohammed Ali Jaber yang lebih dikenal dengan Syech Ali Jaber. Usai Sholat Terawih dilanjutkan dengan acara Nuzulul Qur’an yang ditandai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an.

Kemudian, Ketua PHBI Kabupaten Ketapang, Drs H.Mad Noor Hamid mengucapkan selamat datang kepada Ustadz H.Ibrahim Syahid Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Madinah, Pangkalan Bun,Kalimantan Tengah, dan Syech Muhammad Jaber dari Madinah. Dengan adanya tausiyah pada Nuzulul Qur’an diharapkan jemaah di Ketapang akan semakin termotivasi dan semakin banyak minat untuk menghafal A-Qur’an.

Harapan yang sama juga disampaikan Bupati Ketapang, yang diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten Ketapang, Drs H.M.Mansyur, M.Si. Dikatakan Sekda Ketapang bahwa Kitab Suci Al-Qur’an adalah himpunan penuntun umat. Karena itu, dengan peringatan Nuzulul Qur’an di Masjid Agung Al-Ikhlas diharapkan jemaah semakin termotivasi dalam beribadah. Sekda Ketapang juga berharap di Kabupaten Ketapang akan semakin banyak muncul generasi penghafal Al-Qur’an.

Usai sambutan tanpa teks dari Bupati Ketapang yang diwakili Sekda Ketapang, tibalah masa yang diharapkan para jemaah, yaitu tausiyah disampaikan Ustadz H. Ibrahim Syahid Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Madinah, Pangkalanbun, Kalimantan Tengah. Kewajiban berpuasa dikupasnya secara detail.

Dimulai dengan mengutip Qur’an Surah AlBaqarah ayat 183, “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kamu bertakwa”. Maka, Ustadz H. Ibrahim Syahid menyebutkan puasa adalah kewajiban bagi orang yang beriman yang sudah bhaliq, baik laki-laki dan perempuan.

Selain itu ia juga mengupas mengenai orang yang diperbolehkan tidak menjalankan ibadah puasa, dengan syarat tertentu. Bagi perempuan yang bhaliq bisa meninggalkan ibadah puasa dalam keadaan haid dan nipas. “Tetapi kalau ada lelaki dewasa, yang gagah dan sehat sedang tidak puasa dan minum di pasar, mungkin juga sedang Nipas, dan haid, saya meragukan kelaki-lakiannya,” tegas Ustadz H. Ibrahim Syahid Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Madinah, Pangkalanbun,Kalimantan Tengah.

Orang yang beriman memang ada keringanan untuk tidak berpuasa seperti sakit, atau dalam perjalanan jauh sehingga tidak mampu berpuasa. Tetapi pada saat sudah sampai pada tujuan atau keadaan sudah sehat, maka wajib membayar puasa yang ditinggalkan sertai membayar denda sebagaimana disyaratkan.

Hal-hal lain terkait dengan ibadah puasa, baik pahala diampuni dosa dan lain sebagainya dipaparkannya secara panjang lebar. Baik mengenai bersedeqah di bulan Ramadhan, menyiapkan hidangan berbuka bagi orang yang berpuasa, maupun berbagi ke tetangga. Tidak sedikit dasar ayat suci dan hadist dikutip Ustadz H. Ibrahim Syahid yang juga kelahiran Kabupaten Ketapang ini untuk memperjelas tausiah yang disampaikan.

Melalui siraman rohani yang disampaikannya panjang lebar tersebut, diharapkan jemaah akan meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT.(Adv/dra).

Leave a Reply

Your email address will not be published.