
KETAPANGNEWS.COM—Menjelang lonjakan pemudik hari raya idul fitri, Dinas Perhubungan Ketapang saat ini sedang melakukan evaluasi terhadap penyedia jasa angkutan. Hal demikian dilakukan guna mengatasi lonjakan penumpang menjelang lebaran.
“Terhadap persedian sarana transportasi Idul Fitri sedang di evaluasi. Baik perusahaan penyedia jasa darat, laut maupun udara,” kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Ketapang, Joko Prastowo Senin (12/6).
Selain itu, pihaknya akan membuat pos keamanan dan keselamatan khusus menjelang lebaran di beberapa titik yang dinilai rawan menjelang idul fitri.
“Kita akan buat Pos. Seperti di pelabuhan, bandara dan terminal,” jelas Joko.
Kasi LLAJ dan Udara, Riyadi SH menambahkan, dalam mensukseskan transportasi pemudik menjelang lebaran, Dishub akan meningkatkan lagi koordinasi bersama pihak Kepolisian terutama bagian Lantas .
“Kerjasama dilakukan sebagai upaya dalam menangani dan mengantisipasi terjadinya kecelakaan lalu lintas menjelang mudik lebaran,” kata Riyadi.
Terhadap kendaraan penyedia jasa angkutan penumpang, diakuinya, kemarin sudah melakukan pemeriksaan secara gabungan kendaraan angkutan penumpang umum. Terlebih sudah menjadi terget pihaknya.
“Untuk diterminal sudah kita lakukan. Tinggal nanti meningkatkan di kegiatan lain, termasuk kegiatan koordinasi. Untuk kendala, sejauh ini belum ada,” ujarnya.
Diakuinya, yang menjadi antisipasi Dishub saat ini mengenai penyedia angkutan umum, diantaranya syarat kendaraan dijalan raya seperti ban dan rem.
“Ketika melakukan kegiatan secara koordinasi kemarin. Kita sudah menghimbau langsung agar pengusaha jasa angkutan mengecek kesiapan seperti ban dan rem. Karena hal demikian merupakan syarat di jalan raya,” imbaunya.(absa).
Yang benar ajalah, penyedia jasa angkutan yang ada di ketapang sudah banyak yang bangkrut karena faktor jalan yg sekian tahun hancur lebur yg berimbas pada beban operasional kendaraan yg tinggi. Tak bisa di pungkiri ketersedian unit sara angkutan yang ada sudah tidak laik jalan. Solusinya apa kalau terjadi lonjakan penumpang. Sarana yg ada sekarang dgn kondisi memprihatin tsb hanya beberapa unit saja.