Polisi Periksa Raji Terkait Detonator

illegal-fishing-bombs-MAIN2-660x400
Nelayan mengunakan bom ikan- Net

KETAPANGNEWS.COM – Adanya penemuan 500 alat pemicu peledak (detonator) di Terminal Kargo Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Minggu (11/6) kemarin diduga hendak dikirim ke Kabupaten Ketapang, Kalbar. Polres Ketapang telah memeriksa seorang warga yang alamat dan namanya tertera dalam paketan kiriman tersebut.

“Alamat penerimanya di Gang Cendrawasih atas nama M Raji, sesuai informasi yang ada, kita tadi malam langsung memanggil yang bersangkutan untuk dimintai keterangan,” ungkap Kapolres Ketapang, AKBP Sunario melalui Kaur Bin Ops (KBO) Reskrim Polres Ketapang, Iptu Suhud Tri Haryatmo Senin (12/6).

Ia menjelaskan, ratusan detonator tersebut berhasil digagalkan pengirimannya di Bandara Hasanuddin Makassar, barang tersebut dikirim menggunakan jasa pengiriman JNE ke Pontianak untuk kemudian diteruskan ke Ketapang.

“Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan tadi malam, yang bersangkutan mengakui kalau paket yang berisi detonator tersebut memang merupakan pesanan dirinya,” jelasnya.

Ia menuturkan, yang bersangkutan ini seorang peraih ikan, banyak anak buahnya nelayan ikan, kemungkinan besar barang yang dipesan untuk mengebom ikan.

“Tapi bukan dia yang gunakan melainkan dijual kepada nelayan yang mau membelinya,” tuturnya.

Ia menambahkan, dari pengakuan yang bersangkutan, juga sudah pernah memesan barang yang sama dengan orang yang sama di Sulawesi sekitar tahun lalu sebanyak 100 buah.

“Yang sekarang pesanan keduanya, yang pertama dia lupa bulan berapa sekitar setahun lalu, dipesannya 100 buah. Dari pengakuannya tidak ada izin dalam pemesanan barang tersebut,” ungkapnya.

Ia mengatakan, pihaknya masih terus melakukan koordinasi dengan pihak terkait lainnya mengenai perkembangan kasus ini, yang jelas yang bersangkutan atas nama M Raji sudah diperiksa dan tidak dilakukan penahanan. Yang bersangkutan menjelaskan secara kooperatif.

“Untuk statusnya kita masih terus lakukan koordinasi, jadi prosesnya kita masih menunggu,” tegasnya.

Mengaku Korban Alamat Palsu

M Raji warga yang nama dan alamatnya tertera dalam paket pengiriman barang tersebut membantah kalau barang tersebut miliknya. Ia mengaku sudah mengklarifikasi ke Polres Ketapang, Kodim 1203 bahwa dirinya adalah korban pengiriman alamat palsu.

“Sudah saya klarifikasi semua bahwa saya hanya korban,” Ucapnya.

Menurutnya, dari informasi yang diterimanya dari aparat kalau paket tersebut tertulis nama penerima atas nama Haji Raji,sedangkan dirinya bernama Muhammad Raji, terlebih ia tidak mengetahui apa isi dari paket yang berhasil diamankan pihak Bandara Hasanuddin Makassar tersebut.

“Barang itu bukan barang saya, saya juga tidak tahu barang itu apa, saya juga kaget,” katanya.

Menurut Raji, dirinya sama sekali tidak mengenal alamat pengirim dan tidak memiliki rekanan di Sulawesi. Yang saya tahu infonya paket dari sulawesi padahal ia tidak ada teman di Sulawesi.

“Jadi saya harap pihak terkait bijak melihat kasus ini, karena saya ini merupakan korban alamat palsu,” pungkasnya. (dra).

Leave a Reply

Your email address will not be published.