Banyak Pungutan di Jalan Provinsi Tanjung – Tumbang Titi

IMG-20170612-WA0008
Meting yang dibuat oknum warga di jalan provinsi Tanjung- tumbang titi.

KETAPANGNEWS.COM, Manis Mata-Ruas jalan yang menghubungkan Desa Tanjung dengan ibukota Kecamatan Tumbang Titi masih menjadi keluhan masyarakat dan tetap rusak parah.

Rusak nya keadaan jalan Propinsi yang sudah lama belum pernah tersentuh oleh pihak pemerintah akan adanya perbaikan di jadikan kesempatan bagi oknum warga untuk melakukan pungutan dengan cara seakan-seakan menjual jasa dalam memperbaiki jalan yang rusak.

Terdapat sekitar 15 meting yang dibuat oleh oknum warga dengan mengharuskan kepada pengguna jalan membayar sebesar Rp. 5.000,- sampai dengan Rp. 10.000,- perkendaraan yang melewati ruas jalan tersebut. Pengendara dipaksa untuk berhenti melanjutkan perjalanan apabila tidak bersedia membayar sesuai yang mereka minta.

“Kami sangat mengeluh dengan keadaan jalan yang di sebut jalan propinsi semacam ini, kemudian setiap beberapa titik kami menemuka portal yang di buat warga. Kami terpaksa harus membayar sebesar sepuluh ribu rupiah dari pada kami tidak diizinkan untuk lewat,” cerita Akim Warga Manis Mata yang kebetulan membawa rombongan mahasiswa yang akan mengikuti ujian di Universitas Terbuka (UT) di Kecamatan Tumbang Titi Senin (12/6).

” Kendaraan kami di stop gara-gara tidak mau membayar sebesar Sepuluh Ribu Rupiah dan papanya di bongkar agar kita tidak bisa lewat ” ungkapnya lagi.

Ia mengeluhkan, seperti tidak ada tanda – tanda kehidupan pemerintah terhadap jalan tersebut. Pemerintah seperti mati dan sudah tidak layak lagi jalan dari Tanjung ke Tumbang titi disebut jalan Provinsi.

“Sangat memalukan, anggap saja jalan menuju ke peladangan, ” ketusnya.

Akim menambahkan, maslahnya kalau jalan menuju kebun pribadi wajar bebayar, inikan jalan umum yang dibangun pemerintah.

“Seperti inilah pungli – pungli dihalalkan atau di legalkan, ” kesalnya. (Wan Usman).

Leave a Reply

Your email address will not be published.