Pelaku Pengoplos Elpiji Menyusul Istrinya Ke Penjara

IMG-20170613-WA0012
Barang bukti gas elpiji yang dioplos diamakan polisi Senin (12/6).

KETAPANGNEWS.COM – Pelaku pengoplosan gas elpiji subsidi Samuel (61) mengaku terpaksa melakukan aktivitas ilegal karena tuntutan ekonomi. Ia menjelaskan baru dua Minggu melakukan pengoplosan.

“Saya baru pertama kali mengoplos, baru dua minggu, saya tahu caranya karena dulu tahun 1989 saya pernah melihat kawan saya mengoplos gas di daerah Cirebon,” akunya Selasa (13/6) kepada wartawan di Polres Ketapang.

Samuel mengaku melakukan pengoplosan lantaran sudah tidak memiliki kerjaan, terlebih saat ini ia harus menanggung sendiri semua biaya hidup seorang anak dirumah serta seorang anaknya yang sedang kuliah, sedangkan istrinya sedang dipenjara karena terjerat kasus narkoba.

“Dulu saya kerja di Benua Indah Group, kemudian terakhir kerja nyupir tapi karena tidak ada kerjaan lagi saya melakukan pengoplosan gas elpiji,” ucapnya.

Menurut Samuel, dalam menjalankan aksinya terlebih dahulu membeli tabung gas ukuran 3kg saat ini ia telah memiliki sedikitnya 120 tabung dan 47 tabung gas ukuran 12kg yang dibelinya dari pengecer yang ada di Ketapang.Kemudian dengan berbekal pengalaman sewaktu melihat temannya di Cirebon melakukan pengoplosan gas iapun menjalankan aksinya.

Jadi untuk 4 tabung elpiji ukuran 3kg kata Samuel yang dipindahkan menggunakan jarum khusus yang didapatnya dari Cirebon ke satu tabung gas ukuran 12kg, tapi setelah dioplos dari 4 tabung gas ukuran 3kg ke tabung gas ukuran 12kg isinya tidak lagi full paling tidak tersisa 11 kg saja.

“Setelah memindahkan isi tabung gas ukuran 3kg ke tabung gas ukuran 12kg, kemudian menggunakan segel tutup galon yang telah diperkecil untuk menyegel tabung gas ukuran 12kg yang telah dioplos tersebut agar lebih meyakinkan pembelinya,” ucapnya.

Ia mengaku tabung gas Elpiji yang sudah dioplos dijual ke daerah perhuluan, kalau harga tabung gas ukuran 12kg biasanya 160 ribu ia jual pertabung hanya 110 ribu.

“Jadi pertabung untungnya 30 ribu karena untuk 4 tabung gas ukuran 3kg yang dipindahkan ke tabung gas ukuran 12kg saya biasa beli hanya 80 ribu saja,” akunya.

Ia menambahkan, selama dua Minggu menjalankan aksinya baru 15 tabung gas ukuran 12kg yang berhasil terjual, sedangkan 15 tabung lainnya belum sempat terjual lantaran sudah diamankan pihak Polres Ketapang.

“Proses pengoplosan dari tabung gas ukuran 3kg ke ukuran 12 kg seharinya paling banyak saya hanya bisa dapat hasilnya 5-6 tabung gas ukuran 12kg saja,” tuturnya.(dra)

Leave a Reply

Your email address will not be published.