
KETAPANGNEWS.COM—Guna memperkuat silaturrahmi, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) menyelenggarakan safari ramadhan ke Kabupaten Ketapang, Senin (19/6) di Pendopo Bupati Ketapang. Safari tersebut dihadiri Gubernur Kalbar, Corneslis SH MH beserta rombongan.
Selain agenda safari, atas nama pemerintah Provinsi, Gubernur Kalbar juga menyerahkan bantuan untuk rumah ibadah yakni Masjid Babussallam Rp 750 juta dan pondok Pesantren (Ponpes) Hidayaturrahman, Kalinilam Rp 75 juta.
Bupati Ketapang, Martin Rantan SH dalam sambutannya mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Gubernur Kalbar beserta rombongan. Lantaran hadir dalam rangka silaturrahmi ramadhan ke Ketapang.
Lebih lanjut dikatakan Martin, di bulan suci ramadhan hendaknya dijadikan sebagai wahana pembinaan pribadi yang bertaqwa dan berahlak mulia. Serta berupaya menjaga diri dari hal yang dapat mengurangi dan membatalkan nilai ibadah puasa.
“Semoga dengan moment bulan ramadhan 1438 H ini, kita semua sebagai anak bangsa terus berupaya dan bertekad menjaga persatuan dan kesatuan. Sehingga dapat melanjutkan pembangunan disegala bidang,” kata Martin, Senin (19/6).

Disamping itu, untuk menyatukan pandangan tentang pentingnya nilai kebersamaan, hendaknya kita memohon kepada tuhan yang maha esa agar Ketapang tetap kondusif. Dari itu mari tingkatkan aktivitas dan kualitas perannya dalam masyarakat.
“Sehingga tidak mudah terpecah belah oleh konflik yang terjadi di masyarakat. Untuk itu, kita harus bersatu untuk mengatasinya secara bersama-sama,” timpal mantan anggota DPRD Provinsi ini.
Ditegaskan Martin, Pemkab Ketapang terus berupaya memberikan pembinaan dan dukungan terhadap segala kegiatan dan aktivitas di masyarakat. Baik dibidang pisik maupun mental spritual.
Oleh karenanya, dirinya mengharapkan kepada para tokoh agama, alim ulama, pemuka masyarakat dan tokoh adat agar bersatu padu dalam mengatasi segala persoalan yang dihadapi. Terutama dalam menyelesaikan isu-isu yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan.
“Marilah secara bersama-sama meningkatkan semangat agar Ketapang selalu menjadi kondusif. Dapat terpelihara keamanan dan kenyamanannya,” ujarnya.
Diakhir sambutannya, ia juga mengajak seluruh komponen masyarakat untuk meningkatkan semangat kebersamaan dan menjaga toleransi antar umat beragama. Tujuannya agar tidak terpecah belah.

Sementara, Gubernur Kalbar, Cornelis SH MH mengatakan, moment ramadhan hendaknya dijadikan wadah untuk berbuat baik kepada bangsa dan negara. Dengan demikian, Kalbar akan cepat berkembang dan maju.
Diakui Cornelis, Safari ramdhan yang dilakukan Pemprov bukan hanya dilakukan saat ramadhan kali ini. namun, sebelumnya kegiatan serupa sudah dilakukan. Terlebih saat ramadha.
“Kegiatan ini bukan hanya sekarang dilakukan. Tapi saat saya menjadi gubernur, Bupati ini setiap ramadhan tetap dilaksanakan,” papar Gubernur dua periode ini.
Selain itu, dirinya mengajak seluruh umat beragama untuk memperkokohlah semangat persatuan dan kesatuan. Ia juga mengajak untuk menghentikan sifat saling menghujat, memfitnah antar sesama. Sehingga kerukunan tetap terjaga.
“Dibulan suci ramadhan ini, marilah kita sama-sama di Kalbar, khususnya Ketapang agar menjaga persatuan dan kesatuan. Kita jaga perdamaian dan hubungan baik dengan sesama,” ajak mantan Bupati Landak ini.
Selanjutnya, ia juga mengingatkan kepada seluruh masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menyerap informasi melalui media sosial. Terutama jangan sampai menelan mentah-mentah segala informasi yang saat ini dikenal hoax atau berita bohong.
“Berita melalui internet jangan ditelan mentah mentah. Saat ini kita sudah perang cyber. Jadi informasi tersebut hendaknya di cek soal kebenarannya. Jangan sampai mengakibatkan gangguan keamanan dan saling mencurigai. Sehingga akhirnya memunculkan keributan,” tutur dia.
“Kita mau rem juga tidak bisa, karena hal demikian merupakan kemajuan tehknologi. Untuk itu, perlu diwaspadai sama-sama,” timbalnya.
Ditambahkannya, ia juga menghimbau dan mengajak kepada seluruh masyarakat Kalbar, para tokoh untuk sama-sama mengantisipasi masuknya narkoba di Kalbar. Jangan sampai anak-anak generasi penerus kedepannya menjadi korban.(adv/absa)