
KETAPANGNEWS.COM– Dewan Pengurus Daerah Persatuan Perawat Indonesia (DPD PPNI) mengutus kontingen Kabupaten Ketapang sebanyak 51 orang perawat, dalam rangka mengikuti kemeriahan HUT ke-43 PPNI tingkat Tingkat Provinsi Kalimantan Barat di Putusibau.
Bupati Martin Rantan SH berkenan melepas dan memberikan uang bantuan operasional kontingen PPNI Ketapang, sebesar Rp.10 juta rupiah. Pelepasan kontingen PPNI Ketapang berlangsung di halaman Pendopo Bupati Ketapang Minggu (16/7) tersebut di hadiri Kadis Kesehatan, Drs Sudarto, Direktur Rs Fatima, dr. Margaretha Indah Wijilestari, MPH.
Dalam laporannya Sekretaris PPNI Ketapang Utin Susmayani mengatakan, keberangkatan kontingen PPNI Ketapang mengikuti HUT PPNI ke 43 di Putusibau bertujuan meningkatkan tali silaturahmi antar perawat se-Kalimantan Barat.
Selain itu juga meningkat motivasi perawat pentingnya berolah raga, sehngga mau melaksanakan kegiatan olah raga secara rutin, dengan harapan kinerja perawat semakin produktif karena kesehatannya terjaga.
“Menanamkam nilai-nilai yang terkandung dalam olah raga seperti sportif, disiplin sehingga berpengaruh dalam kinerja perawat itu sendiri,“ kata Utin.
Dia menjelaskan, bahwa pelaksanaan kegiatan di Putusibau mulai tanggal, 18 s/d 23 juli 2017, kontingen PPNI Kabupaten Ketapang dengan peserta sebanyak 51 orang, untuk mengikuti cabang olah raga yang diperlombakan panitia, seperti futsal, Volly Ball, tenis meja, paduan suara, duta perawat, serta ekspo stand khusus Kabupaten Ketapang.
Bupati Martin Rantan dalam sambutannya mengatakan perjalanan kontingen PPNI dari Ketapang ke Putusibau merupakan perjalanan yang cukup jauh, untuk itu Bupati meminta para peserta mempersiapkan energi, menjaga kesehatan dengan istirahat yang cukup, karena kontingen PPNI bertandang de Putusibau mewakili Kabupaten Ketapang.
“Artinya yang dibawa ini buka nama PPNI tetapi nama Kabupaten Ketapang, “ kata Bupati.
Kedepan Bupati meminta pengurus PPNI Ketapang untuk mempersiapkan diri ketika ditahun 2019 Kabupaten Ketapang menjadi tuan rumah dalam HUT PPNI tingkat provinsi Kalimantan Barat.
Panitia ditegaskan Bupati perlu melakukan persiapan dan koordinasi yang baik dan perlu dianggarkan dalam APBD supaya kegiatan bisa berjalan sukses dan Ketapang tidak malu.
“Saya berterima kasih kepada Dinas Kesehatan dan RS FAtima, dan organisasi medis di Ketapang yang telah memberikan darma baktinya untuk turut menyehatkan masyarakat di Kabupaten Ketapang, “ ucap Dia.
Selanjut Bupati juga berharap kepada para tenaga medis yang mengabdikan diri di dunia kesehatan apakah dia pegawai swasta maupun, PNS dan pegawai kontrak, untuk terus meningkatkan kemampuan meningkatkan pengetahuan, dibidang pelayanan kesehatan, sehinga kita bisa mengeliminir potensi kesehatan yang besar sehingga menjadi semakin kecil.
Dengan demikian penduduk Ketapang baik yang berada dipedalaman dan dipesisir menjadi semakin sehat baik jasmani maupun rohani.
Terkait orang gila yang ada berkeliaran di Kota Ketapang kedepan Pemerintah akan menyiapkan rumah tunggu yang berfungsi untuk menampung orang gila yang berkeliaran kemudian diobati agar sembuh
“Ini sangat perlu diprogramkan sehinga penaganan orang gila bisa dirujuk ke rumah sakit di Singkawang,“ ujar Bupati.(Adv/dra).
Terima kasih
Maju terus PPNI dengan segenap dukungan pemerintah kab. Ketapang, menjadikan pelayanan publik yang lebih berkualitas.