
KETAPANGNEWS.COM—Banyaknya protes para orang tua murid dan tenaga pendidik tentang kurangnya ruangan kelas saat tahun ajaran baru, disikapi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kayong Utara (KKU), Romi Wijaya, Selasa (18/7) saat ditemui sejumlah awak media.
Menurut Romi, hal demikian merupakan kewajaran. Lantaran akibat banyak dari orang tua dan pihak penyelenggara penerimaan siswa baru di sekolah yang tidak mengikuti sistem zonasi. Seperti yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.
Dengan demikian, dipaparkan Romi, hal ini menimbulkan ketimpangan sekolah di beberapa Kecamatan di KKU. Dimana banyak sekolah yang kekurangan siswa baru.
“Itu disebabkan kebanyakan dari orang tua yang enggan menyekolahkan anaknya disekolah sekitar rumah. Sehingga lebih memilih memasukkan anaknya di sekolah yang dianggap favorit oleh kebanyakan orang,” paparnya.
Diakuinya, ketimpangan tersebut terjadi diluar kontrol Pemerintah Daerah (Pemda). Sebab, diakibatkan dari kurangnya kepedulian para orang tua murid untuk mengikuti aturan zonasi sekolah.
Terkait protes soal kurangnya ruang kelas, dia mengungkapkan, memang akan melakukan perehaban pada sejumlah sekolah di Kecamatan Sukadana tahun depan. Serta melakukan perbaikan sarana prasarana pendidikan.
“Itu kita lakukan guna meningkatkan kwalitas pendidikan serta kwalitas peserta didik,” ucapnya.(absa).