Aktivitas Illegal Fishing Resahkan Warga Pelapis

Kapal Nelayan
Kapal kecil milik nelayan pulau Pelapis, KKU saat bersandar.

KETAPANGNEWS.COM, KKU—Salah satu Warga Pelapis, Kecamatan Kepulauan Karimata, Kayong Utara, Nurhayati, mengaku gerah dengan aktifitas pengeboman ikan di daerah Kepulauan Karimata. Dimana menurutnya, pengeboman tersebut sangat merusak terumbu karang di sekitar pulau tempat mereka mencari nafkah.

Atas perbuatan itu, dirinya selaku masyarakat kecil tidak senang dengan kelakuan para nelayan perusak. Sebab mereka untung besar, sementara pihaknya selaku warga pulau harus menaggung ruginya lantaran ikan berkurang setelah di bom.

“Akibat aksi pengeboman, tentu membunuh ikan lain, baik yang besar maupun yang kecil. Ditambah lagi terumbu karang ikut rusak. Sehingga ikan tak mau lagi datang ke kawasan perairan kami,” ungkapnya Jumat (21/7) kepada awak media.

Lebih parahnya lagi, lanjut Nurhayati, para nelayan yang melakukan pengeboman berasal dari luar Kayong Utara. Seperti Ketapang, Pontianak dan biasanya ada juga dari Belitong.

Keresahan itu juga disampaikan salah seorang nelayan KKU, Imran. Menurutnya, pengeboman ikan biasanya terjadi pada bulan September dan Oktober saat cuaca laut agak tenang. Ironisnya, hal demikian sudah berlangsung kurang lebih lima tahun terakhir.

“Biasanya pada bulan sembilan atau sepuluh. Prilaku tersebut sudah lama berlangsung dan sekitar lima sampai delapan tahun terakhir,” cetus Imran.

Ditambahkan dia, prilaku tersebut sudah pernah dilarang oleh para nelayan lokal dan mencoba mendokumentasikan aksi illegal para pengebom ikan. Namun digagalkan anak buah kapal pelaku dengan cara menembakkan senjata api ke udara.

“Kita sudah pernah mencoba melarang mereka. Tahun lalu kami sebanyak 2 kapal pernah turun untuk melarang, saat coba memoto dari dekat, suara tembakanpun berbunyi 4 kali. Sehingga kami harus putar haluan,”.(absa).

Leave a Reply

Your email address will not be published.