
KETAPANGNEWS.COM- Kebutuhan madu untuk dikonsumsi serta digunakan untuk obat meningkat. Sementara lebah madu dirasa semakin berkurang.
Muhammad Yasir Anshari, tokoh masyarakat Ketapang mengungkapkan, kebutuhan akan madu untuk konsumsi dan obat meningkat, sementara berkurangnya habitat lebah madu di alam merupakan dilema yang harus kita sikapi bijaksana.
Untuk itu Yasir kemarin mempasilitasi dilakukannya penyuluhan bagaimana menghasilkan madu secara arif dan lestari. Kegiatan berlangsung di Balai Perangian Kyai Mangku Negeri Kepala Pulau Ketapang.
Adapun pemateri adalah seorang ahli dalam bidang ini dari Malaysia, Hamzah, yang menularkan ilmunya dalam beternak kelulut. Di depan sekitar 20 orang peserta, Hamzah memaparkan kelebihan beternak kelulut.
“Jika ini ditekuni secara maksimal, merupakan sumber penghasilan yang cukup menjanjikan, mengingat harga madu kelulut saat ini sekitar 200 an ribu per botol,” jelas Hamzah.
Kegiatan dilangsungkan dengan praktek pemindahan kelulut dari alam ke sarang buatan, bagaimana merawat, dan menjaga sumber makanan.
Muhammad, nara sumber yang juga dari Malaysia, jenis yang paling baik untuk dikembangkan adalah sepesies Heterotrigona itama. Selain merupakan kelulut endemik, jenis ini lebih produktif dari jenis kelulut lainnya, juga sudah familiar hidup di lingkungan manusia, baik itu di lahan perkebunan, maupun dipekarangan.
Sementara Abdurahman Al Qadrie, ketua Kawan Burung Ketapang (KBK) yang juga menyempatkan diri ikut dalam kegiatan itu mengatakan, kegiatan ini sangat bagus dalam menunjang upaya konservasi.
“Jika madu sudah bisa dihasilkan melalui peternakan, hal ini memperkecil pemanenan madu kelulut di alam dengan cara menebang atau memotong pohon, yang mana hal tersebut akan mengganggu keseimbangan ekosistem,”katanya.
Heri Susanto, ketua PSP-Pedas, sebuah komunitas pemerhati daerah aliran sungai untuk Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara menilai ini merupakan hal baru yang harus dikembangkan, tidak hanya menjadikan madu sebagai komoditi, tapi juga ikut melestarikan habitat yang menjadi makanan dan bahan sarang bagi kelulut, terutama di daerah aliran sungai.(dra).