Empat Speed Terbakar, Pemkab KKU Alami Kerugian 8 Miliar

Ketua DPRD KKU
Ketua DPRD Kabupaten Kayong Utara, Muhammad Sukardi saat diwawancara awak media Rabu (27/7).

KETAPANGNEWS.COM, KKU – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kayong Utara, Muhammad Sukardi mengatakan, terhadap insiden yang menghanguskan empat kapal milik Pemerintah KKU, dirinya meminta agar kejadian tersebut tetap dilakukan identifikasi.

“Kita harapkan untuk diidentifikasi dan diusut. Karena tidak mungkin tidak ada sebab. Mudah-mudahan sebabnya normatif, tidak ada unsur kesengajaan dan kelalaian,” kata Sukardi, Rabu (26/7) kepada awak media.

Namun demikian, dirinya mengajak untuk tetap positif tingking bahwa itu merupakan musibah dan mengambil hikmah dari kejadian tersebut.

“Semoga kejadian serupa tidak terjadi lagi. Sehingga kejadian saat ini menjadi pelajaran. Terlebih kita juga tidak bisa menuntut pihak mana,” ujarnya.

Diakui dia, atas kejadian itu, dirinya merasa sedih. Dimana menurutnya sebagai harapan dan ada kesepakatan untuk transportasi masyarakat kepulauan, namun justru dilanda musibah.

Wakil Bupati KKU
Wakil Bupati KKU, Idrus saat dikonfirmasi wartawan Rabu (27/7).

Dengan demikian, Ia menambahkan, dengan APBD KKU saat ini yang minim, kemudian dengan waktu cukup dekat, menurutnya perlu pencermatan untuk mengangarkan kembali.

“Namun diharapkannya, pemerintah pusat supaya memperhatikan juga terhadap hal ini. Terlebih hal ini juga bantuan dari sana,” ujarnya.

Sementara Wakil Bupati KKU, Idrus menegaskan, bahwa sped yang terbakar merupakan bukan hibah. Melainkan sengaja dibuat khusus untuk persiapan Selat Sail Karimata (SSK) kemarin.

Idrus menyebutkan, dalam kejadian terdapat empat buah yang terbakar. Diantaranya, speed kayong dua, sped dinas pemuda olah raga, serta sped dari kecamatan karimata.

Speed Terbakar
Kondisi Sped pasca terbakar.

Untuk tindak lanjut pasca kebakaran, sekarang Pemkab lagi memikirkan dan akan meminta tenaga tim penyidik untuk mengetahui apa penyebab kebakaran.

Dalam kejadian itu, diungkapkannya tidak terdapat korban jiwa. Hanya saja mengalami kerugian material.

“Korban jiwa tidak ada, namun kerugian material ada, yakni sekitar tujuh sampai delapan miliar rupiah,” ungkapnya. (absa).

Leave a Reply

Your email address will not be published.