Bupati Dorong PAD Meningkat

Rapat Koordinasi Pendapatan Daerah

DSC_5955
Bupati Ketapang memberikan pengarahan dalam rapat koordinasi pendapataan daerah, Selasa (1/8).

KETAPANGNEWS.COM– Rapat koordinasi Pendapatan Daerah se-Kabupaten Ketapang tahun 2017 merupakan upaya oftimalisasi penerimaan untuk pembiayaan pembangunan Ketapang maju menuju masyarakat sejahtera.

Rapat koordinasi pendapatan daerah dibuka Bupati Ketapang Martin Rantan SH di pendopo rumah dinas Bupati Ketapang, Selasa (1/8). Rapat koordinasi pendapatan daerah yang dilaksanakan Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Ketapang dihadiri Sekda Ketapang, para asisten Sekda Ketapang staf ahli Bupati, kepala SKPD, para camat, BUMD, serta pelaku usaha.

Sebelum rapat koordinasi dibuka Bupati Ketapang, maka Kepala Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Ketapang, Drs Marwannoor MM melaporkan bahwa salah satu tujuan dilakukan rapat koordinasi adalah agar dapat meningkatkan pencapaian PAD (Pendapatan Asli Daerah). Selain itu juga mencari solusi untuk memecahkan berbagai permasalahan dalam peningkatan pencapaian pendapatan asli daerah.Dengan demikian, dapat digali sumber-sumber ideal dalam meningkatkan potensi pendapatan untuk pembiayaan pembangunan menuju Ketapang yang sejahtera.

Kepala Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Ketapang memaparkan
jenis-jenis pendapatan daerah yang dikelola terdiri 11 jenis pajak daerah diantaranya, Pajak hotel sebanyak 80 wajib pajak, pajak restoran sebanyak 84 wajib pajak, pajak hiburan sebanyak 85 wajib pajak, pajak reklame sebanyak 150 wajib pajak, pajak penerangan jalan sebanyak satu wajib pajak, pajak parkir sebanyak 189 wajib pajak, pajak air tanah sebanyak 11 wajib pajak, pajak sarang wallet sebanyak 117 wajib pajak, pajak mineral bukan logam dan batuan sebanyak 113 wajib pajak, pajak PBB Pedesaan dan perkotaan sebanyak 121.004 wajib pajak, pajak BHTB sebanyak 1.411 wajib pajak. Dalam meningkatkan pendapatan daerah ini, beberapa langkah dilakukan Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Ketapang.

“Antara lain melakukan revitalisasi dan pendataan ulang subjek dan objek pajak yang sudah ada atau pun yang baru dengan mengindentifikasi pembayaran pajak daerah dan retribusi daerah yang potensial,” kata Marwan Noor.

Ia juga menjelaskan, rencana perubahan secara perlahan dan menyeluruh aplikasi yang ada di Badan pendapatan daerah, sehingga menjadi online. Demikian juga koordinasi dengan Balai Karantina baik di propinsi maupun di Kabupaten Ketapang dalam memantau distribusi sarang walet dan lain sebagainya.

Sementara Bupati Ketapang, Martin Rantan SH mengingatkan para pejabat dalam meningkatkan PAD. Sebagaimana disebutkan kepala Badan,Pendapatan Daerah bahwa saat ini negara memang dalam kondisi,pembiayaan yang terbatas. Karena itu, maka pendapatan daerah harus ditingkatkan, sehingga dapat melakukan pembiayaan pembangunan di daerah.

Dalam meningkatkan penerimaan daerah, ia menyarankan perlunya
mengaktifkan potensi maupun  asset yang ada sehingga lebih produktif. Demikian juga mendorong tumbuhnya perekonomian daerah sehingga multiflier effect dari pembangunan dapat meningkatkan penerimaan pendapatan. Meningkatkan pendapatan daerah tidak dilakukan dengan menaikkan tarif pajak. Tapi mendorong tumbuhnya potensi ekonomi baru yang bisa menambah pendapatan daerah.

Ia mencontohkan perlunya kawasan industri seperti diTembilok, serta
akses jalan dari sungai awan ke arah kawasan food estate di kawasan sungai sentap. Sehingga industri di kawasan tersebut berkembang melalui sarana transportasi darat dan sungai. Jika industri bertambah, maka lapangan kerja bertambah, usaha rumah makan bertambah, begitu juga hotel dan lain sebagainya dan akan menambah pembayaran pajak sehingga penerimaan bertambah.(Adv/dra).

Leave a Reply

Your email address will not be published.