
KETAPANGNEWS.COM, KKU – Setelah diTemukan adanya 11 titik hotspot di kabupaten Kayong Utara (KKU) sejak awal juli kemarin, hingga saat ini Pemerintah Daerah (Pemda) setempat sudah menyiagakan sejumlah personil gabungan.
Diantaranya satuan regu taktis dari BPBD KKU, personil TNI, bhabin kamtibmas Polres KKU yang saat ibi terus membantu regu pemadam dari Manggala Agni sektor Sukadana.
Penempatan personil gabungan ini dilakukan sebagai langkah pencegahan. Sehingga menekan angka kebakaran lahan. Bahkan, sebuat rubber boat bantuan Pemprov juga sudah di terima oleh Pemda KKU yang dikhususkan untuk menanggulangi Karhutla.
Sekretaris Daerah (Sekda) KKU, Hilaria mengatakan, memang hingga saat ini pihaknya sudah siap untuk melawan bencana musiman. Sehingga adanya upaya demikian dapat menekan angka Karhutladi seluruh wilayah KKU.
“Kalau masalah kesiapan bisa di katakan sudah siap, meski masih terkendala sarana dan prasarana serta minimnya peralatan yang di gunakan oleh personil kita di lapangan. Namun akan dimaksimalkan untuk menekan titik sebaran hotspot di wilayah kita,” kata Hilaria kepada awak media Kamis (3/8) di KKU.
Terhadap 11 titik Karhutla di KKU, menurut Hilaria, hingga saat ini masih belum membahayakan pemukiman warga lantaran cepat di netralisir sebelum meluas oleh petugas dilapangan.
“Kemarin terdeteksi 11 titik api di KKU. Tapi seluruhnya berhasil kita padamkan dan di blok agar tidak menyebar, jauh sebelum api merangsek ke daerah pemukiman warga,” ujar dia.
Meski penyuluhan dan patroli rutin sudah digelar, diungkapkannya, pemerintah masih menyayangkan adanya oknum masyarakat yang melakukan pembakaran lahan.
Padahal dijelaskannya, perbuatan demikian dapat merugikan pepentingan orang banyak. Bahkan dapat memimbulkan korban jiwa bagi para penderita ISPA.
“Kita menyayangkan, sampai saat ini masih ada oknum masyarakat yang melakukan pembakaran lahan. Sehinggaa menimbulkan bencana kabut asap,” tutupnya.(absa).