
KETAPANGNEWS.COM – Menteri Sosial (Mensos) RI, Khofifah Indar Parawansa melakukan lawatan ke Kabupaten Kayong Utara dan Ketapang. Senin (7/8) akan melakukan ramah tamah di Pendopo Bupati Ketapang.
Kedatangan Mensos Khofifah Indar Parawansa di Bandara Rahadi Oesman Ketapang Minggu (6/8) pagi disambut Bupati Kayong Utara, Hildi Hamid, Sekda Ketapang Drs HM Mansyur MSi, Dandim 1203 Letkol Inf Riko Haryanto, Wakapolres Kompol Reza Simanjuntak, Asisten II Setda Farhan SE.M.Si Kepala Dinsos, PP, PA dan KB. Rustami.SKM.
Mensos RI Khofifah Indar Parawansa beristirahat sejenak diruangan VIP Bandara Rahadi Oesman sempat menanyakan keberadaan kerajaan Tanjungpura yang memang sudah ada sejak abad ke XIII berjaya di bumi ale- ale ini.
“Di Ketapang ini pernah ada kerajaan besar Tanjungpura, dengan para ulama-ulama sentra yang pernah ada dengan hidup yang penuh toleransi, “ kata Ketua Umum Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) tersebut.
Mensos mencontohkan diantara ulama- ulama pendahulu sebagai penyebar agama islam di Ketapang seperti di Tanjungpura ada Syaik Magribi, di Kayong Utara ada Syech Kobra, yang mana para ulama pendahulu merupakan sentra masyarakat islam yang sangat toleransi dalam ajarannya.
“Syaik Magribi atau syaik kobra itu kalau dilihat literaturnya aliran sunni, dan sangat toleran itulah ajaran NU yang ahlulsunnah wal jamaah, “ katanya.
Sepertihalnya di jawa penyebaran islam yang dilakukan para wali songo yang begitu toleran, Dia mencontohkan di Tuban yang merupakan kota para wali, dengan peganut agama yang ada seperti hindu, budha kristen yang begitu toleran.
Penyebaran agama islam di Bumi Wali, sebutan Kabupaten Tuban, tidak lepas dari bagaimana cara islam itu dikenalkan di tengah masyarakat. seperti diketahui, pada ukiran Kalpataru yang berada Tuban, terdapat desain tumbuhan dan desain binatang. Di Kalpataru terukir empat tempat ibadah untuk agama berbeda-beda.
“Begitu juga di sini (Ketapang) ajaran-ajaran pendulu yang penuh toleransi untuk dihidupkan kembali,” kata Mensos Khofifah.(dra)