
KETAPANGNEWS.COM – Juara pertama liga sepakbola pelajar piala Menpora yang digelar Badan Liga Sepakbola Pelajar Indonesia (BLSPI) yang dilaksanakan beberapa waktu lalu, Team FC Putra Kembar U-14 dan FC PSTMM U-16 terancam gagal mengikuti liga pelajar piala Menpora tingkat Provinsi Kalbar yang berlangsung 20 dan 21 Agustus di Sambas. Hal ini disebabkan kurangnya dana serta tidak adanya bantuan dari Pemerintah Daerah (Pemda) melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Ketapang.
Koordinator Daerah (Korda) liga pelajar piala Menpora U-16 di Ketapang yang , Debi berharap Bupati Ketapang, Martin Rantan dapat membantu tim sepakbola Tim Putra Kembar U-14 dan PSTMM U-16 yang mewakili Kabupaten Ketapang untuk berlaga di liga pelajar tingkat Provinsi Kalbar pada 20 hingga 21 Agustus mendatang.
“Kami mohon bantuan dari pak Bupati ketapang, agar tim PSTMM U-16 dan Tim Putra Kembar U-14 bisa berangkat, karena sampai saat ini tim masih kekurangan dana untuk mengikuti liga pelajar tingkat provinsi,” katanya Kamis (17/8).
Ia menuturkan, piala menpora tingkat Provinsi digelar di Kabupaten Sambas pada 20-21 Agustus mendatang, menurutnya dirinya sudah mengkonfirmasi keikutsertaan kedua tim yang berhasil menjadi juara pertama di dua kategori untuk mewakili Kabupaten Ketapang, namun keduanya menyatakan ketidaksiapan dana untuk mengikuti turnamen di tingkat Provinsi.
“Kedua tim yang mewakili Ketapang terancam gagal berangkat karena kendala dana yang belum memadai untuk keberangkatan tim selama bertanding di Sambas, padahal kedua tim mengaku siap untuk mengikuti piala menpora tingkat provinsi namun terkendala dana,” ungkapnya.
Untuk itu, selaku Korda liga pelajar piala Menpora dirinya memohon bantuan Bupati Ketapang, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), PSSI, Dispora dan pihak swasta agar dapat membantu persoalan biaya sehingga kedua tim yang mewakili Ketapang bisa berlaga di dua kategori kejuaraan tersebut.
“Kepada pak Bupati kami mohon solusi dan bantuannya agar kedua tim bisa berangkat mewakili Ketapang dan berjuang mengharumkan nama Ketapang ditingkat Provini,” harapnya.
Terlebih, pemenang atau juara pertama dua kategori U-14 dan U-16 tingkat Provinsi akan mewakili Kalbar dalam piala pelajar tingkat nasional pada 6 hingga 9 September mendatang.
“Kedua tim sudah memiliki dana namun tidak mencukupi, untuk tim PSTMM U-16 memiliki 5 juta dana hasil patungan, namun untuk berangkat diperkirakan membutuhkan 20 jutaan untuk biaya transportasi dan lainnya, untuk itu bantuan pak bupati sangat kami harapkan,” keluhnya.
Mengingat, pihak Dispora Ketapang mengaku belum bisa membantu kedua tim karena tidak adanya dana mereka. Pihaknya sudah koordinasi dengan pihak Dispora.
“Tapi jawaban mereka bilang belum bisa bantu karena tidak ada dana,” ucapnya.(dra)