
KETAPANGNEWS.COM – Nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Quran mesti diimplementasikan dalam berkehidupan dan berkebangsaan. Apalagi, kemerdekaan Republik Indonesia juga tak lepas dari peranan umat Islam. Dimana kemerdekaan diraih terdapat campur tangan para kiai dan ulama besar.
“Hal ini sering saya ingatkan dalam setiap kesempatan maupun tausiyah,” tegas Kepala Kantor Kementerian Agama Ketapang H.Ikhsan, dalam Workshop Ikatan Qari Qariah dan Hafizh Hafizhah,((IPQAH) ke II Kabupaten Ketapang, di Hotel Patra Ista, Sabtu (19/8).
Menurut H.Ikhsan, dalam meraih kemerdekaan yang saat ini kita jalani, sesungguhnya diraih dengan dua kekuatan. Yang pertama, berkah dari Allah SWT. Selain itu, juga merupakan kekuatan yang didorong oleh keinginan yang luhur.
“Kemerdekaan Indonesia adalah kemerdekaan yang dikawal para hafizh-hafizhah, campur tangan para kiai-kiai dan ulama-ulama kita, ini tidak bisa dipungkiri, Ada campur tangan umat Islam, campur tangan ulama besar, campur tangan para kiai, barangkali hal ini tidak diliput dan tidak dimuat dalam lembaran sejarah pada hari ini,” tegas H.Ikhsan.
Selain itu, ia mengingatkan saat ini gambaran tentang Timur Tengah yang masih bergejolak. Pergolakan di Timur tengah, seakan-akan menggambarkan potret Islam. Padahal gambaran Islam bukanlah Timur Tengah. Potret islam sesungguhnya adalah nilai-nilai yang terkandung di Al-Qur’an.

Karena itu dengan adanya IPQAH II Kabupaten Ketapang, Kantor Kementeran Agama RI, Kabupaten Ketapang memberikan support dan penghargaan yang setinggi tingginya, dibalik kegiatan IPQAH, ia berharap action dan aplikasi berkelanjutan dari workshop.
“Karena saya melihat peserta semuanya ini adalah qori dan qoriah adalah pembina dan pembimbing dari qori dan qoriah,paling tidak bisa melahirkan kader-kader qoriah, tilawah, dan kader tahfizh, dan sebagainya di Kabupaten Ketapang,” ujar pria yang cukup lama bertugas di Sintang ini.
Selain itu, ia juga menyinggung tentang hasil kegiatan STQ di Kabupaten Kayong Utara belum lama, maka bagi Kabupaten Ketapang hasil STQ tersebut mesti dievaluasi. Ikhasan juga mengutip salah satu penegasan cendikiawan. Disebutnya bahwa setiap kesuksesan itu bermula dari kegagalan-kegagalan yang terjadi.
“Karena itu, mari kita maksimalkan
kegiatan IPQAH untuk pembinaan.” Jangan seperti guru silat, kalau guru silat ilmunya tidak diturunkan semua, kalau diturunkan semua, nanti murid akan bisa membunuh gurunya. Tapi, kalau dalam pelajari ilmu Al-Qur”an ini berbeda,” paparnya.
Al-qur’an yang diturunkan langsung dari Allah kepada Rasulullah melalui perantara Jibril. Karenanya, nilai-nilai yang terkandung di Al-Quran harus disampaikan. Dari kegiatan IPQAH, ia berharap dapat melahirkan para qari-qariah. Dimana kuncinya, mentransfer dan mentransformasikan nilai-nilai Al Quran dalam setiap kehidupan umat dan berkebangsaan.
Ketua panitia Workshop tingkat Kabupaten Ketapang dari Bagian
Kesra Setda Ketapang Dedi Susanto menjelaskan, maksud dan tujuan dilaksanakannya workshop IPQAH tingkat Kabupaten Ketapang menjadi pendorong terciptanya para qori dan qoriah dan hafizh dan hafizhah di Kabupaten Ketapang.
Kegiatan yang mengusung tema “peran strategis IPQAH dalam meningkatkan kualitas keumatan dan kebangsaan” diarahkan juga untuk meningkatkan syiar dan ukhuwah antar qori qoriah dan hafizh-hafizhah.Mewadahi generasi penerus bangsa dalam kompetensi bakat dan pendidikan Islam untuk menggali prestasi, potensi dan pengembangan diri. Sebagai wadah kehidupan masyarakat juga menjadi pusat pendidikan, pembinaan, pengembangan bakat, dan kreatifitas di bidang Al Quran. Tak kalah penting adalah terbinanya insan Qur’an yang berilmu amaliah dan beramal serta bertanggungjawab kepada Allah SWT. Demikian juga melestarikan seni budaya Al Quran di Kabupaten Ketapang.
Workshop yang dilaksanakan tanggal 19-20 Agustus 2017 di hotel Patra Ista, dikuti 19 kecamatan se-Kabupaten Ketapang. Menurutnya, bahwa peserta kegiatan terdiri KUA Kecamatan, LPTQ kecamatan serta dua orang para qori qoriah dan hafizd hafizhah yang masih aktif sebagai peserta.
“Nara sumber pada kegiatan workshop IPQOH pada kesempatan kali ini mengundang tiga narasumber, Ustadz Drs H.Sofyan Sulaiman MM Sekretris Jenderal DPP IPQAH Pusat Jakarta, Ustadz Drs H Makmur Zakaria ketua IPQAH Propinsi Kalbar, dan Ustad H.Ahmadi S.Pd M.Pd seketaris IPQAH Kalbar,” kata Dedi Susanto.(adv/dra)