
KETAPANGNEWS.COM – Sedikitnya terdapat 13 titik panas atau hotspot tersebar di 5 Kecamatan di Kabupaten Ketapang. Penjelasan ini disampaikan Kepala Manggala Agni Ketapang Rudi Windra Darisman.
Ia menjelaskan, 13 titik hotspot tersebut berdasarkan pengolahan data dari Lapan yang didapat dari satelit Aqua pada tanggal 21 hingga 22 Agustus.
“13 titik hotpsot diantaranya tersebar di Kecamatan Tumbang Titi 1 titik, Nanga Tayap 3 titik, Simpang Dua 3 titik, Sungai Laur 2 titik dan Simpang Simpang Hulu 4titik,” jelasnya Selasa (22/8).
Menurutnya, untuk tingkat kepercayaan titik hotpsot bervariasi mulai dari 31 hingga tertinggi 94 persen. Dengan adanya data ini ia berharap dapat langsung diantisipasi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Sementara Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ketapang, Gusti Indra Kusuma mengimbau agar masyarakat untuk mengurangi aktivitas pembakaran terlebih memasuki musim tanam. Apalagi dari 250 Desa yang ada di Ketapang sebanyak 45 Desa sangat rawan terjadinya bencana kebakaran khususnya di lahan gambut. 45 Desa yang rawan tersebar hampir di 18 Kecamatan.
“Dari 18 Kecamatan yang desanya paling rawan ada di lima Kecamatan diantaranya Kecamatan Matan Hilir Selatan, Matan Hilir Utara, Kendawangan, Sandai serta Manis Mata,” ungkapnya.
Ia berharap kepada seluruh masyarakat agar dapat mengurangi aktivitas pembakaran, misalkan dengan menggunakan racun rumput atau jika lahan masyarakat berada di dekat perusahaan agar dapat berkoordinasi dengan perusahaan supaya bisa membantu misalkan secara kimia atau organik.
“Memang dilematis saat ini, satu sisi kebiasaan masyarakat membakar lahan untuk menanam, satu sisi membakar dilarang,” ujarnya.
Untuk itu kita berharap masyarakat dari tingkat RT, RW, Desa agar dapat berkoordinir dengan aparat setempat untuk mencari solusi, misalkan jika lahan layak dibakar dengan resiko rendah maka dikoordinasikan dengan pihak terkait dengan menyiapkan alat-alat dan menyekat lahan agar tidak merembet.
Meskipun pihaknya dan pihak terkait lainnya baik TNI, Polri, Manggala Agni telah melakukan sosialisasi dan imbauan, namun pihaknya akan terus siap siaga mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, satu diantaranya dengan menyiapkan satu helikopter.
“Helikopter kita siaganya jika ada laporan titik api untuk wilayah yang tidak terjangkau oleh jalur darat,” tegasnya.
Ia mengaku dengan jumlah seluruh anggota BPBD 15 orang serta alat-alat yang masih minim lantaran pemdam kebakaran sudah di ambil alih Satpol PP Ketapang pihaknya berharap adanya bantuan.
“Mesin kecil portable ada beberapa, kami berharap penambahan mobil rescue sebab yang ada kondisinya sudah cukup lama,” pungkasnya. (dra).