
KETAPANGNEWS.COM, Mekkah – Menjelang wukuf pada 9 Dzulhijjah 1438 H pada hari Kamis, 31 Agustus 2017 mendatang diarafah berbagai kegiatan dilakukan oleh petugas maktab. Wukuf diarafah adalah salah satu rukun haji yang mengharuskan jamaah haji hadir dan berada di sekitar Arafah.
Adapun waktu wukuf dimulai pada tanggal 9 Dzulhijjah saat tergelincirnya matahari sampai terbitnya matahari pada tanggal 10 Dzulhijjah. Wukuf wajib dilakukan oleh semua jamaah haji yang melaksanakan ibadah haji.
Persiapan dimulai dengan rapat penentuan jadwal dan penempatan lokasi pemondokan di Arafah, Muzdalifah dan mina (Armina) di pimpin langsung oleh ketua maktab 55, Syech Hisyam Batubara, Jumat 25 Agustus di aula Al Wehda Tower Hotel, dilanjutan dengan peninjauan lokasi pada Sabtu 26 Agustus. Peninjauan lokasi diikuti oleh petugas haji, ketua kloter dan ketua rombongan.
Kloter 16 Batam yang terdiri dari jamaah haji asal Ketapang, kota Pontianak dan kota Pekan Baru Propinsi Riau (Kloter Nusantara). Jumlah jamaah asal Ketapang yang paling banyak dari yang lainya, sehingga mendapat tenda yang cukup besar baik di Arafah maupun di Mina.
Kegiatan lain juga dilakukan penyuluhan kesehatan dari Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) mengenai prilaku hidup bersih dan sehat, juga memberikan pelayanan kesehatan kepada jamaah yang membutuhkan pemeriksaan kesehatan. Untuk pembekalan pelaksanaan puncak ibadah haji diberikan tausiah oleh wakil Amirul Haji Indonesia DR Abdul Mukti.
Alhamdulillah sampai saat ini kondisi jamaah haji asal Ketapang Kalbar yang tergabung pada kloter 16 Batam sebanyak 243 orang dalam keadaan sehat walafiat.