Kecelakan Maut, Dua Siswa SMP Meninggal

Lakalantas
Dua Siswa SMP yang meninggal di lokasi kejadian usai bertabrakan dengan dump truk, Senin (11/9).

KETAPANGNEWS.COM—Pelajar SMP, Dendi Hidayat (13) dan Muhammad Fikri (13) meninggal dalam keadaan luka parah setelah sepeda motor jenis Mio yang dikendarainya sepulang sekolah bertabrakan dengan dump truk, Senin (11/9) di KM 25 Desa Pesaguan Kiri Kecamatan Matan Hilir Selatan (MHS).

Kapolsek MHS, AKP Yafet Efraim Patabang mengatakan, kedua korban lakalantas yang meninggal di lokasi kejadian diakibatkan mengalami luka dibagian kepala cukup parah. Sehingga tidak sempat mendapat perawatan medis.

“Kedua korban yang berasal dari Desa Pesaguan Kiri dan bergoncengan tersebut meninggal di tempat dalam keadaan luka parah bagian kepala,” kata Yafet Efraim Patabang, Senin (11/9).

Untuk kronologi kejadian, dijelaskan Yafet, diduga sepeda motor yang dikendarai salah satu korban tersebut, pada saat sampai di KM 25 Desa Pesaguan Kiri, si pengendara berusaha menyalip atau mendahului mobil pick up didepannya.

Namun, dengan arah berlawanan, yakni arah Kendawangan ada Truck Colt Diesel KB AA 1831 UF. Sehingga pada akhirnya sepeda motor yang dikendarai korban bertabrakan dengan truk itu.

Sementara, lanjut Yafet, truck sudah berusaha menghindari dengan membanting setir ke kiri dan masuk ke dalam parit jalan. Namun demikian, diakuinya, saat ini sopir Selamet Saptanto (45) dan Kernetnya, Ratno (30) sudah diamankan dan diserahkan ke unit lakalantas Polres Ketapang.

“Untuk sopir dan Kernetnya merupakan warga Desa Piansak, Kecamatan Sungai Melayu. Saat ini keduanya sudah diserahkan ke unit lakalantas Polres Ketapang,” ujarnya.

Atas insiden yang menewaskan dua siswa SMP tersebut, dirinya menghimbau kepada seluruh orang tua agar tidak membiarkan anaknya bersekolah dengan mengendarai sepeda motor sendiri.

Terlebih, meskipun lakalantas adalah kecelakaan yang tidak diinginkan semua pihak. Akan tetapi perlu diantisipasi, salah satunya dengan tidak membiarkan mereka berkendaraan secara bebas.

“Lebih baik anak-anak kita yang menangis tidak diberi motor. Dari pada orangtua menangis dan menyesal setelah kejadian tabrakan laka lantas,”ucapnya.(absa).

Leave a Reply

Your email address will not be published.