
KETAPANGNEWS.COM – Warga Dusun Kelampai, Desa Kedondong, Kecamatan Kendawangan mengeluhkan kondisi jalan yang sudah puluhan tahun masih mengalami kerusakan
“Terlebih ketika musim hujan maka jalan menjadi berlumpur dan susah untuk dilalui,” kata warga Pasaribu kepada wartawan Kamis (28/9).
Pasaribu mengaku sudah puluhan tahun jalan ditempatnya mengalami kerusakan, hal tersebut tentu membuat warga menjadi sulit untuk beraktivitas. Kondisi seperti ini sudah lama.
“Kami sangat berharap dan mendambakan jalan menjadi bagus,” harapnya.
Ia mengungkapkan, harapan mendapatkan jalan bagus sempat muncul ketika beberapa waktu lalu ada pengerjaan jalan, namun harapan itu sirna lantaran belum beberapa lama dikerjakan jalan kembali rusak.
“Pemerintah harus serius menanganinya, karena baru dikerjakan ditimbun sudah rusak lagi,” ungkapnya.
Menurutnya, masyarakat kalau melewati jalan ini paling sengsara, apalagi ini jalan merupakan jalan penghubung antar desa dan juga ke Kecamatan seperti ke Marau, Singkup, Air Upas.
‘Akibat jalan rusak terlebih ketika musim hujan, mobilitas pertumbuhan ekonomi menjadi terhambat,” katanya.
Untuk itu ia berharap Pemda melalui Dinas PU untuk peka dan serius menanggapi persoalan jalan yang menjadi dambaan masyarakat ini.
“Harapan kami jalan bisa diperbaiki, kwalitas harus bagus, jadi uang yang dikeluarkan tidak sia-sia, jangan baru diperbaiki rusak lagi, dinas terkait harus peka terhadap kondisi ini,” harapnya.
Sementara Musdan warga lainnya menjelaskan, kerusakan jalan tidak hanya membuat warga kesulitan melintas, tetapi juga kerap menimbulkan meting atau pungutan liar yang dilakukan oknum yang ingin meraup keuntungan.
Menurutnya, jika jalan penghubung tersebut diperbaiki maka mobilitas perekonomian warga di beberapa desa yang terhubung di jalur yang sama dapat terus berkembang.
“Harapan juga kam sampaikan kepada perusahaan sekitar yang berinvestasi agar turut andil memperbaiki kondisi jalan yang rusak,” Katanya.
Ia menambahkan, mengingat keberadaan perusahaan juga dinilai turut memberikan efek bagi kerusakan kondisi infrastruktur jalan ini.
Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Ketapang, Donatus saat hendak dikonfirmasi tidak bisa ditemui, lantaran setelah dua jam menunggu didepan ruangannya, Donatus seolah menghindar lantaran usai memimpin rapat didalam ruangannya ia kemudian bergegas pergi menuju ke mobil dan meninggalkan awak media, sedangkan pesan singkat yang dikirim untuk mengkonfirmasi mengenai kondisi jalan juga tidak dibalas Donatus. (dra).