Usut Pengrusakan Kaca Klinik Aisyah

IMG-20171027-WA0000
Ketua Muhammadiyah Ketapang, Al Muhammad Yani menunjukan kaca klinik yang pecah.

KETAPANGNEWS.COM- Ketua Muhammadiyah Kabupaten Ketapang, Al Muhammad Yani meminta aparat kepolisian untuk mengungkap kasus pengrusakan kaca Klinik Aisyah yang berada di Komplek Muhammdiyah, Kelurahan Kauman, Kecamatan Benua Kayong, pada Selasa (24/10) malam.

Ia mengaku, kasus yang terjadi pada balai pengobatan islam milik Muhammadiyah ini sudah dilaporkan kepada Polsek Benua Kayong beberapa saat usai kejadian pelemparan batu di klinik tersebut.

“Kejadiannya Selasa sekitar pukul 19.00 WIB. Saat itu yang jaga klinik hanya satu orang,” katanya Jum’at (27/10).

Ia melanjutkan, dirinya baru mengetahui kejadian usai petugas klinik menelepon dirinya dan mengatakan kalau klinik tersebut diserang oleh orang tidak dikenal.

“Saat sampai satu kaca jendalanya sudah pecah dan berhamburan didalam klinik karena lemparan batu, kemudian saya tanya bagaimana kronologis kejadiannya kepada petugas klinik,” tuturnya.

Ia mengungkapkan, menurut petugas klinik saat kejadian hanya lampu klinik yang menyala, sedangkan lampu penerangan sekitar klinik tiba-tiba mati, kemudian terdengar lemparan batu beberapa kali di atas atap klinik sebelum akhirnya memecahkan kaca jendela klinik.

Ia menambahkan, pihaknya sama sekali tidak menduga akan mengalami kejadian seperti ini, lantaran sejak berdiri sekitar 10 tahun silam tidak pernah terjadi hal demikian, bahkan hubungan pihak klinik dengan masyarakat khususnya disekitar klinik juga terjalin baik karena keberadaan klinik juga membantu masyarakat yang membutuhkan pengobatan.

“Saya tidak tau apakah ini teror atau bukan, yang jelas kasus ini harus diungkap karena selain merusak klinik, petugas klinik menjadi trauma, apalagi klinik ini bukan hanya aset muhammadiyah tetapi juga aset umat yang dapat membantu masyarakat dalam hal kesehatan,” ucapnya.

Sementara Kapolsek Benua Kayong, Ipda Dirga mengaku pihaknya memang telah menerima pengaduan secara lisan terkait pemecahan kaca klinik aisyah. Saat ini pihaknya masih terus melakukan penyelidikan terkait kejadian tersebut.

“Masih kita selidiki dan dalami motif kejadian ini, sambil kita mengumpulkan alat bukti, untuk saksi saat itu sudah kita tanyai soal kejadian,” ungkapnya.

Ia melanjutkan, pihaknya juga telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang mana dari hasil olah TKP memang tidak terdapat adanya benda tumpul seperti batu baik didalam klinik maupun luar klinik.

“Kemungkinan pelaku memecahkan kaca kemudian langsung lari, jadi saksi juga tidak melihat adanya tanda-tanda orang,” jelasnya.

Menurutnya, kemungkinan memang pengrusakan sebab kaca klinik sampai pecah, tapi kita masih praduga tak bersalah sebab kita masih mendalami dan menyelidiki lebih lanjut persoalan ini.

Namun, ia meminta agar pihak terkait dalam hal pihak klinik aisyah agar dapat membuat laporan resmi ke pihaknya lantaran sebelumnya pihaknya hanya mendapat pengaduan secara lisan.

Ia mengatakan, laporan resmi belum ada sampai saat ini, kemarin hanya pengaduan secara lisan dan langsung kita suruh membuat laporan resmi pada keesokan hari.

“Tapi sekarang belum ada, kita harapkan segera buat laporan resmi agar kita bisa memanggil saksi secara resmi,” pungkasnya. (dra).

Leave a Reply

Your email address will not be published.