Poros Jalan Tumbang Titi-Serengkah-Batu Bulan-Beringin Rayo Mulus

Bupati Martin Rantan SH berdialog dengan warag yang bangunan terkena pelebaran jalan Serengkah Batu Bulan Beringin Rayo Kecamatan Tumbang Titi
Bupati Martin Rantan SH berdialog dengan warga yang bangunan terkena pelebaran jalan Serengkah Batu Bulan Beringin Rayo Kecamatan Tumbang Titi.

KETAPANGNEWS.COM – Bupati Martin Rantan SH, beserta jajaran SKPD terkait melakukan kunjungan kerja ke desa Beringin Rayo Kecamatan Tumbang Titi, desa tersebut dulunya merupakan wilayah terisolir kini akses jalan telah dibuka dan warga bisa ke kota Ketapang pulang pergi dalam sehari.

“Desa beringin Rayo dulunya merupakan desa terisolir, jalan ini di buka 10 tahun yang lalu masih jalan tanah, ketika saya masih anggota DPRD Ketapang dan Bupati dijaman Pak Morkes, dan hari ini barulah sampai ke sini sudah beraspal jadi membangun itu tidak mudah, “ kata Bupati Martin Rantan dihadapan ratusan warga desa Beringin Rayo, Kecamatan Tumbang Titi, Rabu (8/11).

Setelah terbukanya akses ini menurut Bupati jalan ini ditembuskan aksesnya ke ruas jalan Trans Kalimantan, supaya kalau lintas disini menjadi hidup tidak jalan buntu,

Selanjutnya diharapkan Bupati juga akan ada angkutan umum menghubungkan Ketapang Tumbang Titi ke selatan wilayah Manismata dan Tumbang Titi ke provinsi Kalteng.

Untuk itu Bupati menghimbau kepada masyarakat Tumbang Titi ketika ada pembangunan jalan mendukung.

“Jangan sedikit- sedikit komplen jika ada pohon sebesar lengan minta bayar jutaan rupiah. jangan komplen lah, supaya hasil pembangunan bisa dinikmati,“ imbaunya.

Dengen terbukanya akses dari desa Beringin Rayo, jalur transportasi menjadi mudah.

“Bayangkan hari ini dari kita bisa PP dalam sehari, saya yang ketiga kalinya mengunjungi desa Beringin Rayo ini,“ kata Bupati.

Selanjutnya adalah dusun Kumpai Panjang yang berbatasan langsung dengan Kalteng, oleh sebab itu pembangunan-pembangunan harus dilakukan, sehingga wajah Kabupaten Ketapang ketika orang masuk melihatnya sudah lebih baik.

Bupati menegaskan bahwa dalam tahun ini poros jalan sudah tembus ke jalan Trans Kalimantan, sehingga pada tahun 2018 bisa ditingkatkan, dan tahun 2019, tahun 2020 sudah teraspal hingga tembus kejalan Trans Kalimantan.

Ditambahkan Bupati sementara jembatan pakai jembatan gantung dulu, tetapi selepas itu kita akan mengundang perusahaan WHP, PT Lestari Pratama, dan LAP supaya ada mengalokasikan program CSR nya sharing dengan Pemkab untuk membangun jembatan kerangka baja.(Adv/dra)

Leave a Reply

Your email address will not be published.