Hindari Lokasi Gambut, Alur Jalan Mensubuk Dipindah

Bupati Martin Rantan SH menaiki perahu penyerbrangan di mensubuk ruas jalan SeiAwan Tanjungpura yang terendam air
Bupati Martin Rantan SH menaiki perahu penyebrangan di mensubuk ruas jalan Sei Awan Tanjungpura yang terendam air.

KETAPANGNEWS.COM – Ruas jalan Sei Awan Kiri menuju Tanjungpura yang terputus kini terendam air karena kontur tanah di sekitar mensubuk yang bergambut, sehingga Bupati memerintahkan Dinas PU untuk memindah alur jalan ke arah utara sekitar 900 meter dari lokasi sebelumnya.

Bupati Martin Rantan SH melihat langsung proses pembangunan badan jalan baru sepanjang 5 km yang sudah tembus ke desa Tanjung pura,

“Jalan Sei Awan Tanjungpura, dititik ruas sungai Mensubuk, dipindahkan menghindari lokasi gambut yang dalam sehingga tidak lagi membangun nanti jalanya tenggelam lagi,“ kata Bupati Marrtin Rantan SH saat ditemui saat melihat jalan Sei Awan Kiri –Tanjungpura, Senin (18/11).

Menurut Bupati pemindahan jalan Mensubuk tersebut merupakan solusi alternatif yang diakukan dalam mengatasi struktur tanah yang tidak stabil, sehingga memudahkan pembangunan jalan dan peningkatan jalan menuju desa Tanjungpura.

Senada dengan Bupati Ketapang, Kadis PU Donatus Gaza mengatakan pemindahan jalan dilakukan untuk mengatasi kondisi terputusnya jalan yang ada di Mensubuk saat ini meskipun sudah dibangun tetapi tanah timbunan amblas kebawah, sehingga kalauterus dilanjutnya pembagunannya bisa memakan biaya yang cukup besar.

“Progres pekerjaan tahun ini sudah dibuka dan tembus ke Tanjung pura tetapi belum dilakukan peningkatan, ditahun 2018 baru ada peningkatan apakah penimbunan dan sebagainya, “ kata Donatus Gaza saat mendampingi kunjungan Bupati.

Adapun pekerjaan dilakukan saat ini berupa pembuatan badan jalan baru, dan pengecoran jalan di beberapa titik di tahun ini.

“Secara tehnis cor beton yang dilakkukan dan kedepan baru diaspal hotmix, kami berharap masyarakat dapat mendukung pekerjaan yang dilakukan, “ kata Dia.

Sementara itu Camat Muara Pawan Maiser mengungkapkan bahwa masyarakat yang sering menggunakan akses jalan ini ada tiga desa Tanjungpura, Desa Mayak dan Ulak Medang.

“Dengan dilakukan pembukaan akses jalan tersebut dapat mengatasi kendala rusaknya jalan, karena para tenaga medis, tenaga guru yang bertugas di tiga desa tersebut bisa lancar tidak terkendala dengan penyebarang pakai sampan yang menambah biaya dan lamanya waktu perjalanan,” kata Maiser.

Dia berharap pembangunan akses jalan dengan aspal bisa segera terealisasi dan masyarakat sangat mendukung sekali, karena kondisi jalan yang rusak seperti itu sudah dialami masyarakat sejak tahun 2009, sampai dengan sekarang.

“Dengan kunjungan Bupati dan jajarannya kami berharap jalan ini segera dapat berfungsi dan masyarakat secepat dapat menggunakannya,“ harapnya.

Setelah melakukan peninjauan proses pembangunan Jalan Sei Awan Tanjungpura,Bupati Martin Rantan SH beserta rombongan melanjutkan kembali kunjungan kerja ke desa Tanjungpura, kemudian di sana Bupati beserta rombongan melihat jejak- jejak sejarah Kerajaan Tanjungpura berupa makam raja-raja dan lokasi galangan kapal, dan situs lainnya. (Adv/dra)

Leave a Reply

Your email address will not be published.