Menpora RI Kunjungi Ketapang

AMSA Rekomendasikan Bahasa Melayu Bahasa Persatuan ASEAN

menporakeketapang(9)-1-1
Bupati Ketapang Martin Rantan SH (kiri) bertukar cendramata dengan Menpora RI.

KETAPANGNEWS.COM – Kedatangan  Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, DR (Hc) Imam Nahrowi sekitar pukul 17.40 WIB, selasa (14/11) tiba di Bandar Udara Rahadi Oesman Ketapang  menggunakan maskapai NAM Air dari Pontianak. Kedatangan Menpora RI disambut Bupati Ketapang Martin Rantan SH didampingi Wakil Ketua DPRD Ketapang, Junaidi SP, M.Si dan Kasdim 1203 Ketapang.

Menteri Pemuda dan Olahraga RI yang menggunakan setelan jas hitam itu langsung dikalungkan bunga oleh Bupati Ketapang. Kemudian dipasangkan Tanjak Melayu oleh Wakil Ketua DPRD Ketapang. Tepung tawar penyambutan dari Lawang dengan berbalas pantun.  Kemudian  berlanjut dengan tampilnya tarian Melayu sekaligus pemotongan Kutemare,  pencak silat dari anak-anak belia.

Usai menyaksikan penampilan pencak silat, Menpora RI mengajak anak belia yang memainkan pencak silat untuk foto bersama. Menpora RI memuji mereka dan memotivasi supaya terus berlatih.

“Bagus, apa nama perkumpulannya, terus berlatih ya, mudah-mudahan nanti jadi pesilat dunia agar masuk ASEAN Games dan Olimpiade,” kata Imam Nahrowi.

Setelah foto bersama, Menpora RI didampingi Bupati Ketapang selanjutnya menuju ruang VIP Bandar Udara Rahadi Oesman sambil bersalam-salaman dengan tokoh masyarakat yang ikut menyambut.  Di ruang VIP Bandar Udara Rahadi Oesman, Menpora sempat berbincang-bincang kemudian bersama Bupati Ketapang melanjutkan perjalanan ke salah satu hotel di Ketapang.

Selanjutnya, Menpora RI menghadiri seminar Kebangsaan Lapesdam NU Kabupaten Ketapang. Dan kemudian pada pukul 20.00 WIB menghadiri ramah tamah dengan delegasi Summit III ASEAN Moeslim Students Association (AMSA) di Pendopo rumah dinas Bupati Ketapang.

Ramah tamah itu dihadiri Forkopimda Ketapang, tokoh pemuda dan tokoh masyarakat Ketapang. Undangan juga dihibur dengan tarian Melayu Mengarak Pengantin yang menjadi juara ketiga nasional di Bangka Belitung. Selain itu dilantunkan juga ayat-ayat suci Al-Quran, kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya.

President AMSA (ASEAN Moeslim Students Association), Safuan Nor
mengawali sambutan dengan sebuah pantun pembukaan. Setelah itu, ia memperkenalkan delegasi AMSA dari Thailand, Malaysia, dan Fhilipina. Disebutkannya  masih ada delegasi dua  negara lainnya yang  hadir namun kendalanya  di pesawat.

“Summit tiga AMSA   ini tidak lain hanya untuk memberikan resolusi baik terkait education,  sosial, culture, comuniity sesuai arahan Bapak Menpora saat audiensi beberapa waktu lalu,” kata Safuan Nor.

Sambutan seterusnya disampaikan Bupati Ketapang, Martin Rantan SH.
Dikatakan Mantan Anggota DPRD Kalbar ini bahwa Pemerintah daerah merasa sangat berbangga hati telah menjadi tuan rumah Summit III AMSA.

“Mungkin kebetulan Presiden AMSA ini orang Ketapang, jadi beliau ini mencoba mempromosikan Ketapang di kancah nasional dan internasional, kita sangat berterima kasih kepada saudara Sapuan Nor,” tegas Bupati Ketapang.

Kepada Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Bupati Ketapang menyampaikan bahwa kondisi Ketapang terdiri dari 20 kecamatan, 253 desa dan 9 kelurahan.  Penduduknya hampir 600 ribu jiwa. Panjang bibir pantai, mulai dari perbatasan dari Kayong Utara sampai ke Kabupaten Sukamara Provinsi Kalteng lebih kurang sepanjang  400 km.

“Dan saya juga berbangga ketika saya dengan Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Asset Daerah ketika ke Dirjen Perimbangan Daerah di Jakarta, kita diinformasikan  mudahan-mudahan di tahun 2019 ada kenaikan DA,  karena DAK  akan ada hitungan berdasarkan luas laut dan bibir pantai, mudah-mudahan DAK untuk Kabupaten Ketapang bertambah,” tegas Martin Rantan.

Bupati Ketapang melanjutkan luas wilayah Ketapang adalah 31.500 km persegi, dengan prosentase 21 persen Provinsi Kalbar. Menempatkan Ketapang sebagai Kabupaten terluas di Kalbar.

Disebutkan Martin, Ketapang terdiri dari keberagaman suku dan agama tetapi tetapi harmonis.

“Pemuda merupakan pilar dalam membangun dan merawat bangsa. Pemuda juga generasi penerus calon pemimpin masa depan yang nantinya akan memainkan peranan penting dalam merespon isu-isu strategis dalam bidang ekonomi, sosial budaya dan kemasyarakatan,” ujarnya.

Pentingnya peran pemuda, maka Bupati berharap mudah-mudahan dengan kegiatan summit III AMSA  ini soal budaya sosial budaya kemasyarakatan benar-benar terangkat dalam meningkatkan Kabupaten Ketapang ini.

“Tugas Pemerintah  adalah memberikan ruang bagi pemuda untuk berkreatifitas dan berinovasi,” paparnya.

Menutup sambutanya, Bupati Ketapang menyebutkan pantun yang intinya berharap adanya sarana gedung olahraga di Ketapang mendapat dukungan Menpora RI. Bupati juga mengatakan harapan semoga mudah-mudahan summit III AMSA  ini menjadikan moment terbaik, membuka carkrawala pemuda yang melahirkan ide-ide baru serta resolusi dan strategis bagi negara-negara  di belahan ASEAN ini.

“Kami berharap bapak Menteri Pemuda dan Olahraga selalu mengingat Ketapang dan bisa kembali melakukan kunjungan kerja kemari dimasa mendatang,” ujar Martin Rantan.

Kemudian menjelaskan makna salam Adil Katalino, Bacuramin Kasaruga, Basegat Ka Jubata. Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrowi menanggapi harapan Bupati Ketapang tentang sarana gedung olahraga indoor dan outdoor. Disebutnya mudah-mudahan tahun mendatang akan dipikirkan. Karena pada tahun 2018 masih fokus pada ASEAN Games.

Ia juga mengatakan pada saat yang sama seharusnya berada di Jakarta promosi dan Broadcasting ASEAN Games 2018. Tetapi ia melihat kegiatan Summit III AMSA penting dalam membicarakan isu yang sangat strategis. Salah satunya soal budaya, ekonomi, politik, atau mungkin juga rencana bahasa persatuan tingkat ASEAN yaitu Bahasa Melayu.

“Pesan saya kepada delegasi Malaysia, Philipina, Thailand dan lainnya supaya dapat disampaikan ke menpora masing-masing,” tegas Menpora RI.

Ia mengharapkan Summit III AMSA tidak hanya menguatkan silaturahmi dan persaudaraan sesama kita. Tetapi ada hal solutif yang kita dengar untuk disampaikan  pemerintah pusat, propinsi sampai ke kabupaten. Sehingga kedepan kita mewarnai dibidang tradisi.

Ia menyebutkan hal ini penting karena masyarakat antar negara di ASEAN mirip. Ia mencontohkan salah satunya silat. Silat hampir semua negara ASEAN memiliki tradisi tersebut. Bahkan, Menpora mengakui sewaktu, ia ke Spanyol  juga disambut  dengan silat. Artinya, tradisi ini bisa dipelajari.

Lebih lanjut, Menpora menyebutkan Summit III ini diketahui sebuah kemajemukan yang  nyata, dan kebhinekaan itu fakta.

“Seperti dikatakan bapak Jokowi, kita berbeda, tapi kita bekerjasama,” lanjutnya.

Dalam malam ramah tamah dilakukan juga saling tukar cenderamata antara Bupati Ketapang dengan Menpora RI, serta Presiden AMSA, Wakil Ketua DPRD Ketapang, dan lainnya. Sebelum ramah tamah berakhir, ditampilkan juga syair gulung dari Mursalin. Syair Gulung budaya Melayu ini membuat Menpora RI terkesan dan bahkan sempat menjajal untuk mencoba menyampaikan Syair Gulung.

Usai mengikuti kegiatan di Kabupaten Ketapang, selanjutnya pada hari Rabu 15 Nopember 2017, Menpora RI mengikuti kegiatan di Kabupaten Kayong Utara. Di Kayong Utara dilakukan Opening Ceremony Summit III AMSA. Selain itu juga menghadiri tinju Amatir profesional (AMPRO) memperebutkan sabuk emas Menpora RI dan sabuk emas Ketua DPD RI. Serta silaturahmi keluarga besar PCNU Kayong Utara bersama Menpora RI.(adv/dra)

Leave a Reply

Your email address will not be published.