
KETAPANGNEWS.COM – Upacara memperingati Hari Guru Nasional dan memperingati Hari Ulang Tahun PGRI Ke-72 di Kabupaten Ketapang berlangsung hikmad meskipun ditengah upacara berlangsung para peserta diguyur hujan hal tersebut tidak menyurutkan minat para peserta mengikuti upacara hingga selesai.
Upacara yang dipimpin langsung Bupati Martin Rantan SH, dihadiri juga Wakil Bupati Drs Suprapto, Forkopimda, serta peserta upacara terdiri dari TNI Polri, PNS , dan ribuan peserta dari para guru dan pelajar se Kabupaten Ketapang, yang berlangsung dihalaman kantor Bupati Ketapang, Senin (27/11).
Sebelum upacara berlangsung dilaksanakan juga pembacaan sejarah singkat PGRI oleh pengurus PGRI Ketapang, M.Nur Marhaen, sambutan Ketua Umum Pengurus Provinsi PGRI Kalimantan Barat oleh Dr.H Wahyudi,M,Pd, pengumuman pemenang perlombaan pekan olah raga seni dan kreatifitas guru tingkat Kabupaten, dan puncak upacara dilakukan pengibaran bendera oleh pasukan pengibar bendera yang beranggotakan para guru.
Bupati Martin Rantan SH, dalam sambutannya membacakan sambutan tertulis Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Prof. Dr. Muhadjir Effendi, M. AP, mengatakan tema hari guru kali ini membangun pendidikan karakter melalui keteladanan guru, tema tersebut erat kaitan dengan implementasi Perpres nomor 87 tahun 2017 tentang penguatan pendidikan karakter.
Disampaikan Bupati Peraturan Presiden tersebut mengamanatkan bahwa guru sebagai sosok utama dalam satuan pendidikan mereka memiliki tanggung jawab membentuk karakter peserta didik melalui harmonisasi olah hati, olah rasa, olah pikir danolah raga.
“Guru dan tenaga kependidikan juga harus mampu mengelola kerjasama antara satuan pendidikan keluarga dan masyarakat untuk mengobarkan gerakan nasional revolusi mental, “ kata Bupati.
Urgensi penguatan karakter ini semakin mendesak seiring dengan tantangan berat yang kita hadapi dimasa masa yang akan datang, peserta didik saat ini adalah calon generasi emas Indonesia tahun 2045, yang harus memiliki jiwa Pancasila yang baik guna menghadapi dinamika perubahan yang sangat cepat dan tidak terduga.
“Oleh kerena itulah kita mendukung guru guru kita untuk terus bekerja keras mewujudkan gereasi penerus yang cerdas dan beraklak mulia, “ kata Bupati.
Selanjutnya guru harus dapat berperan sebagai the significant ohter bagi peserta didik guru harus menjadi sumber keteladanan.
“ Momentum hari guru nasional hendaknya kita jadikan sebagai refleksi apakah gur guru kita sudah cukup profesional dan menjadi teladan bagi peserta didiknya, disis lain apakah kita sudah cukup memuliakan guru guru kita yang telah berjuang untuk mendidik dan membentuk karakter kita sehingga menjadi pribadi tangguh dan berhasil, “ terang Bupati.
Menurutnya, tak ada seorangpun yang sukses tanpa melalui sentuhan guru.
“Jadi apapun kita saat ini guru- guru kita pasti mewarnai bahkan bisa jadi merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan kita, “ ujar Bupati.
Bagi Pemerintah peringatan hari guru juga menjadi titik evaluasi yang strategis bagi pengambilan kebijakan bagaimana harus diakui bahwa banyak persolan guru yang belum sepenuhnya teratasi oleh sebab itu kebijakan-kebijakan yang sedang dan akan terus dilaksanakan adalah menjadikan guru lebih kompeten profesional, terlindungi dan pada gilirannya lebih sejahtera dan bermartabat.(adv/dra)