
KETAPANGNEWS.COM – Kepolisian Resort Ketapang meringkus Toni (31) pelaku spesialis pembobol rumah kosong. Pelaku diringkus dikediamannya di Jalan Ketapang-Sukadana, Jum’at (8/12) dinihari sekitar pukul 01.30 WIB.
Kapolres Ketapang, AKBP Sunario melalui Kasat Reskrim Polres Ketapang, AKP Rully Robinson Polli mengatakan, keberhasilan pihaknya menangkap pelaku berkat peran aktif masyarakat yang memberikan informasi.
“Kita dapat info ada orang yang jual barang-barang dengan harga relatif murah, dari itu kita selidiki dan dibantu anggota Intel dilapangan kita ketahui ternyata pelaku pembobol rumah kosong dan kita lakukan penangkapan Jum’at dini hari sekitar pukul 01.30 WIB,” katanya Jumat (8/12).
Ia mengatakan, setelah dilakukan pemeriksaan pelaku sendiri telah melakukan sebanyak 6 kali pembobolan rumah kosong diantaranya di Jalan Gajahmada, Desa Kalinilam yakni perumahan Tanjungpura Residen dan di Jalan Lingkar.
Kasat menjelaskan, pelaku terakhir kali menjalankan aksinya pada Rabu (6/12) sekitar pukul 09.30 WIB di Komplek Tanjungpura Residen, yang mana saat menjalankan aksinya pelaku memarkir kendaraan sepeda motornya disekitar rumah yang menjadi targetnye untuk kemudian berjalan kaki menuju belakang rumah guna memastikan rumah dalam keadaan kosong. Setelah itu pelaku mencongkel jendela menggunakan sebuah obeng.
“Selama menjalankan aksinya pelaku berhasil mengambil satu unit handphone merk samsung, iphone 5, xiaomi, kamera canon, lensa kamera, satu buah kalung emas putih, empat buah cincin emas putih, satu buah bandul kalung emas putih, sepasang anting emas,” jelasnya.
Akibat perbuatannya, pelaku terjerat pasal 363 Ayat 3 dan 5 dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara.
Sementara Toni pelaku spesialis pembobol rumah kosong mengaku baru enam kali melakukan pembobolan rumah yang mana aksinya dilakukan dalam satu bulan belakangan.
“5 kali di perumahan di wilayah kalinilam, 1 kalinya di dalong,” akunya.
Ia mengaku, dirinya sendirian menjalankan aksinya, yang mana terlebih dahulu memantau kondisi rumah dengan melihat dari belakang atau dari jendela rumah guna memastikan rumah dalam keadaan kosong.
“Setelah dipastikan kosong saya kemudian mencongkel jendela rumah biasanya menggunakan barang-barang disekitar rumah korban seperti parang atau cangkul,” tuturnya.
Pelaku mengaku sebelumnya bekerja sebagai seorang pencuci motor, Ia nekad menjalankan aksinya karena persoalan pemasukan sehari-hari yang tidak menentu, namun ironisnya hasil penjualan barang curian bukannya untuk memberikan nafkah kepada istri dan seorang anaknya, melainkan dipergunakan untuk kebutuhan pribadinya.
“Hasil curian saya gunakan untuk makan-makan kemudian main game diwarnet, biasanya sekali menjalankan aksi dapat 500 ribu kadang 150 ribu,” ucapnya.(dra).