Bulog Ketapang Siapkan 906 Ton Beras Untuk 2018

17-06-04-Jarau-Matun-701x447
Kasi Pengadaan Harga Pasar dan Pelayanan Publik, Ketapang, Jarau Matu (kiri).

KETAPANGNEWS.COM Kasi Pengadaan Harga Pasar dan Pelayanan Publik , Perum Bulog Sub Divisi Regional Kabupaten Ketapang, Jarau Matu mengatakan, guna memenuhi kebutuhan pokok berupa beras di Ketapang tahun 2018, saat ini pihaknya sudah mempersiapkan stok beras sebanyak 906 ton.

Dikatakan Jarau, stok beras tersebut merupakan ketersedian untuk raskin dan komersil. Dimana keseluruhan beras itu disimpan di dua tempat, yaitu gudang Kelurahan Mulia Kerta 382 ton, kemudian gudang Mulia Baru 548 ton.

“Untuk cadangan kebutuhan beras tahun 2018 sudah kita siapkan. Bahkan tidak hanya beras, gula pasir juga disediakan sebanyak 258 ton tahun 2018 ini,” kata Jarau, Jum’at (5/1).

Terkait penambahan data penerima beras raskin di Ketapang tahun 2018, diugkapkan dia masih menggunakan data tahun 2017 atau dengan total penyaluran raskin 542 ton. Lantaran belum ada informasi perkembangan mengenai penambahan, baik data maupun tonasenya.

“Sejauh ini belum ada penambahan. Bahkan kita juga masih menunggu data dari pusat. Sehingga kalau ada penambahan, maka akan diinformasikan ke Pemerintah Daerah,” ungkanya.

Menurutnya, untuk RTS kemungkinan masih sama jumlahnya dengan tahun 2017. Hanya saja jumlah tonase yang memang belum diketahui, apakah ditambah atau sebaliknya.

“Jadi sementara belum ada SK Gubernur ataupun surat dari Kementerian tentang tambahan pagu beras tahun 2018 untuk Ketapang,” timbal pria berkulit putih ini.

Sementara, untuk data penerima raskin di Ketapang, diakuinya baru ada pemuktakhiran pada tahun 2017. Sehingga penyaluran tahun 2016 kebawah masih memakai data lama, yakni beberkisar dari data tahun 2011 – 2012.

Ia menambahkan, di tahun 2018 pihaknya menargetkan penyaluran raskin 100 persen sampai kepada penerima. Terlebih kata dia, penyaluran raskin tahu 2017 juga 100 persen.

“Tapi untuk penyaluran pertama tahun 2018 ini belum bisa dipastikan. Karena masih menunggu SK Gubernur Kalbar. Sebab Provinsi juga menunggu data dari Pusat dan diteruskan ke Kabupaten,” ucapnya.(absa)

Leave a Reply

Your email address will not be published.