
KETAPANGNEWS.COM—Aktivitas lalu lalang truk bermuatan semen dari pelabuhan Desa Sukabangun, Kecamatan Delta Pawan dikeluhkan warga. Pasalnya, saat bermuatan tanpa menggunakan penutup, sehingga memunculkan debu dari semen yang dibawa.
“Truk pembawa semen tanpa penutup itu mengakibatkan debunya beterbangan, dan kita pun juga terkena debunya,” kata Salah satu warga Desa Kalinilam, Ian (33), Kamis (18/1).
Menurutnya, aktivitas demikian hampir setiap hari terjadi. Lantaran, dari arah Sukabangun menuju gudang penyimpanannya selalu melintasi Jalan Gajah Mada, Desa Kalinilam.
Selain warga, lanjut dia, pengendara juga terkena dampak dari debu semen itu. Sebab dirinya mengaku pernah merasakannya saat berkendara di Jalan Brigjend Katamso, Kelurahan Sukaharja.
“Tidak hanya warga dan pedagang makanan terkena dampaknya, pengendara juga. Sehingga berdampak pada kesehatan, karena terhisap debunya,” akunya.
Oleh karenanya, ia meminta kepada pengusaha semen tersebut untuk memerintahkan para pembawa truk agar menutup bak belakang ketika membawa semen. Tujuannya agar debunya tak bertaburan.
“Debu semen itukan sangat mengganggu kesehatan, jadi kita minta ketika membawanya ditutup menggunakan terpal atau sejenisnya,” pintanya.
Selain itu, pemerintah juga harus ada tindakan tegas bagi pelaku usaha yang merugikan orang banyak. Bila perlu dilakukan pemanggilan dan diberikan sanksi bilama ada kesalahan.
“Memang persoalan ini sepele, tapu kalau dibiarkan berdampak besar, terutama bagi kesehatan,” pungkasnya.
Berdasarkan pantauan Ketapangnews, aktivitas tersebut memang kerap terjadi. Terbukti, pada Senin (15) kemerin Ketapangnews menjupai salah satu truk pembawa semen tanpa penutup di Jalan Transito menuju Makam Pahlawan.(absa).