
KETAPANGNEWS.COM—Kasi Penyehatan Lingkungan dan Kesehatan Kerja Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ketapang Ketapang, Nuhdy Alfarisi ST Mkes mengungkapkan, debu yang berasal dari semen bisa merusak kesehatan, termasuk ganguan pernafasan.
Hal demikian diungkapkannya lantaran adanya keluhan warga soal truk pembawa semen tanpa penutup. Sehingga mengakibatkan debu semen beterbangan.
“Benar, debu semen bisa mengakibatkan berbagai penyakit, baik itu penyakit kulit ataupun gangguan pernafasan,” ungkap Nuhdi Kepada Ketapangnews, Kamis (18/1).
Secara detail, adapun dampak dari terkena debu semen diantaranya, Iritasi pada kulit. Hal ini terjadi akibat sifat semen yang abrasive kontak dengan kulit. Bahkan prosesnya pun bisa secara langsung maupun tidak langsung, terlindung maupun oleh keringat.
“Kemudian Alergi, namun ini terjadi bergantung tingkat kesensitifan seseorang. Sementara alergi yang dapat timbul akibat debu semen seperti bersin-bersin, susah bernafas bagi penderita asthma dan gatal-gatal,” jelas dia.
Tak hanya itu, debu semen juga dapat mengakibatkan iritasi pada mata. Namun demikian, ini tergantung pada banyaknya paparan debu. Biasanya iritasi yang timbul mulai gangguan mata merah sampai cidera mata serius.
“Bahkan saat terhirup debu semen juga menyebabkan gangguan pernafasan. Dimana untuk jangka pendek dapat menimbulkan iritasi saluran pernafasan, sedangkan jangka panjang menyebabkan gangguan pernafasan,” urainya.
Karena berdampak pada kesehatan, ia menmyarankan agar truk bermuatan semen menutup bak belakangnya. Sehingga debu dari semen itu tidak beterbangan dan berdampak pada kesehatan lingkungan.(absa).