Pemkab Ketapang Peringati HUT ke 61 Pemprov Kalbar dengan Apel Bendera

Bupati martin rantan SH menjadi pembina upacara pada peringtan HUT ke 61 Pemprov kalbar di halaman kantor Bupati Ketapang-1-1
Bupati martin rantan SH menjadi pembina upacara pada peringtan HUT ke 61 Pemprov kalbar di halaman kantor Bupati Ketapang.

KETAPANGNEWS.COM – Bupati Martin Rantan SH, bertindak sebagai Inspektur pada upacara bendera dalam rangka memperingati HUT ke 61 Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, yang berlangsung di halaman kantor Bupati Ketapang Senin (29/1).

Meskipun dalam kondisi hujan rintik, para peserta yang terdiri dari TNI-Polri, PNS, Ormas, Mahasiawa, para pelajar tetap berlangsung hikmat, seluruh peserta mengikuti upacara hingga selesai.

Bupati Martin Rantan SH meyampaikan sambutan Gubernur Kalimantan Barat untuk mengingatkan seluruh komponen masyarakat untuk tidak melupakan pesan dari para pendiri Bahwa bangsa ini dibangun atas landasan keberagaman dan kebhinekaan, atas itulah Negara dan bangsa Indonesuia beridiri kokoh hingga saat ini dengan dasar Pancasila

Dalam sambutannya ia menekankan tidak boleh ada satu pihak manapun yang merasa golongannya paling hebat, Karena keberagaman dan kebersamaan itulah yang membuat bangsa kita menjadi lebih baik kuat danhebat menghadapi segala tantangan ancaman hambatan dan gangguan yang ingin merusak dan memecah persatuan dan kesatuan kita.

Menurutnya lagi hanya dengan kebersamaan dan keberagaman seluruh komponen masyarakat dapat menggerakkan pembangunan lebih maju

Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan Bupati bahwa pada tahun 2018 merupakan tahun politik bagi provinsi Kalimantan barat pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Barat untuk masa jabatan tahun 2018-2023 serta beberapa kabupaten Kota yaitu kabupaten Sanggau, kabupaten Kubu Raya kabupaten Kayong Utara, kabupaten Mempawah, dan kota Pontianak, untuk memilih bupati atau wali kota yang akan dilaksanakan secara serentak pada tanggal 28 Juni 2018.

Gubernur disampaikan Bupati berharap masyarakat dapat menjaga stabilitas keamanan agar tetap kondusif, beda pendapat dan beda pilihan merupakan hal yang biasa dan wajar karena itu jangan ada riak dan gejolak yang berakibat saling bertengkar saling sikut saling fitnah menyebabar berita bohong palsu apalagi hoax.

“Sehingga kita lupa bahwa persatuan dan kebersamaan kita merupakan hal yang utama menjadi luntur dan menyebabkan perpecahan antara kita sendiri yang akhirnya cita cita kesejahteraan hanya mimpi dan omong kosong,
” kata Bupati.

Menurut Bupati pemilihan Kepala daerah merupakan hal yang akan terus terjadi di Negara dengan asas demokrasi karena itu Gubernur disampaikan Bupati menghimbau masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya dengan bijak yaitu dengan memilih calon pemimpin yang mempunyai visi dan misi yang hebat yang mampu merangkum dan mewujudkan kesejahteraan Kalimantan Barat ke depan.

Gubernur Cornelis menegaskan pemilih yang cerdas akan melahirkan pemimpin yang cerdas jika ada tim kampanye yang mengusung sara segera laporkan kepada pihak yang berwenang.

Momentum pergantian Kepala daerah semestinya menurut Gubernur menjadi pendewasaan berpolitik warga Negara siklus kepemimpinan 5 tahunan akan terus berlangsung selama tetap tegak berdirinya NKRI dan merupakan amanat Undang-undang dasar 1945.

“ Oleh sebab itu jangan nodai rasa persatuan dan demokrasi merupakan syarat Negara suatu demokrasi. Tidak ada demokrasi tidak ada persatuan,” kata Bupati menyampaikan sambutan Gubernur.(adv/dra)

Leave a Reply

Your email address will not be published.